Kota Bekasi – Tabir gelap di balik motif pembunuhan sadis pensiunan JICT, Ermanto Usman (65), akhirnya tersingkap. Dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/3/2026), polisi membeberkan fakta mengejutkan: Ermanto dan istrinya ternyata bukanlah target yang direncanakan sejak awal.
Mereka menjadi korban kekejian tersangka Sudirman alias Yuda (S) hanya karena faktor fisik rumah mereka yang terlihat mencolok.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, menegaskan bahwa aksi yang merenggut nyawa tokoh pekerja pelabuhan tersebut murni merupakan tindakan pencurian dengan kekerasan yang menyasar korban secara acak (random).
Target Acak Berdasarkan Ukuran Rumah
Meski Ermanto Usman memiliki rekam jejak panjang sebagai aktivis vokal, polisi tidak menemukan keterkaitan antara profesi korban dengan motif pelaku. Sudirman memilih rumah di Jatibening tersebut semata-mata karena nafsu serakah saat melihat bangunan yang paling megah di kawasan itu.
“Berdasarkan fakta hukum, pelaku tidak memiliki target spesifik. Saat itu, pelaku melihat rumah tersebut adalah rumah paling besar, sehingga pelaku mengira bisa memperoleh cukup banyak barang yang dicari,” jelas Kombes Iman.
Dugaan awal publik mengenai motif dendam atau kaitan dengan aktivitas perburuhan korban pun gugur. Sudirman adalah seorang predator yang berkeliling mencari mangsa berdasarkan persepsi kekayaan dari tampilan luar sebuah rumah.
Linggis Estafet: Alat Pembunuh Hasil Curian di Lokasi Lain
Ada detail mengerikan yang terungkap mengenai senjata yang digunakan Sudirman. Linggis yang dipakai untuk menghabisi nyawa Ermanto dan melukai istrinya ternyata bukan barang yang ia bawa dari rumah, melainkan hasil curian dari lokasi berbeda.
Polisi mengungkap bahwa Sudirman adalah seorang residivis kambuhan yang melakukan rangkaian pencurian di beberapa tempat dalam satu waktu.
“Linggis yang digunakan untuk memukul korban itu juga hasil pencurian di tempat lain dalam rangkaian beberapa hari perjalanan pencurian yang dilakukan oleh tersangka,” tambah Iman.
Fakta ini menunjukkan bahwa Sudirman merupakan pelaku kriminalitas lintas wilayah yang sangat berbahaya, yang melakukan aksi estafet dari satu rumah ke rumah lainnya sebelum akhirnya mendarat di Jatibening.
Kronologi Berdarah yang Menghancurkan Keluarga
Peristiwa yang terjadi pada Senin (2/3/2026) tersebut menyisakan duka mendalam. Ermanto Usman ditemukan meninggal dunia dengan luka hantam benda tumpul yang fatal. Sementara sang istri, Pasmilawati (60), hingga kini dilaporkan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat penganiayaan serupa.
Kini, Sudirman alias Yuda telah ditetapkan sebagai tersangka utama dengan ancaman hukuman berat. Polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya TKP lain di wilayah Bekasi yang pernah disambangi oleh pelaku bertangan dingin ini.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












