Bekasi  

Pengunjung Mall Bekasi Membeludak 40 Persen, Tapi Daya Beli Masih ‘Malu-Malu’

Bekasi - Pengunjung Mall Living World Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Foto: Gobekasi.id.
Pengunjung Mall Living World Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Foto: Gobekasi.id.

Bekasi – Gemerlap lampu diskon dan dinginnya suhu pendingin ruangan di pusat perbelanjaan Kota Bekasi rupanya masih menjadi magnet utama bagi warga pasca-Lebaran 2026. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bekasi mencatat adanya lonjakan kunjungan yang cukup signifikan di berbagai mal di Kota Patriot.

Berdasarkan data yang dihimpun, fenomena “ngadem di mal” ini mulai menunjukkan taringnya sejak H-3 Lebaran. Namun, puncaknya justru terjadi pada masa arus balik atau H+1 Lebaran, di mana warga yang tidak mudik maupun yang sudah kembali ke Bekasi mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan.

Ketua APPBI Bekasi, Djaelani, mengungkapkan bahwa pada periode H-3, rata-rata kenaikan pengunjung berada di angka 20 persen dibanding hari normal. Angka ini terus merangkak naik hingga menyentuh level tertinggi di awal pekan ini.

“Kalau H+1, peningkatannya bisa sampai 40 persen di beberapa mal,” ujar Djaelani saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

Magnet Diskon dan Strategi Tenant

Lonjakan traffic ini tidak terjadi begitu saja. Djaelani menyebutkan bahwa strategi “perang diskon” yang dilancarkan para tenant menjadi alasan utama masyarakat rela berdesakan. Program-program populer seperti Buy One Get One, peluncuran produk baru, hingga potongan harga besar-besaran terbukti masih sangat efektif.

“Banyak tenant yang mengadakan program diskon, ada juga promo khusus. Itu cukup efektif menarik pengunjung untuk datang,” tambahnya.

Anomali: Ramai di Mata, Sepi di Kantong?

Meski angka kunjungan melesat hingga 40 persen, ada fakta unik yang patut digarisbawahi. Kenaikan pengunjung ini rupanya tidak merata di seluruh pusat perbelanjaan di Bekasi. Beberapa mal tercatat hanya mengalami kenaikan tipis sekitar 5 persen.

Djaelani memberikan catatan penting terkait kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Menurutnya, keramaian di mal belum sepenuhnya berbanding lurus dengan transaksi belanja yang masif.

“Memang traffic naik, tapi daya beli masih belum sepenuhnya pulih, jadi belum merata di semua mal,” tuturnya jujur. Fenomena ini mengindikasikan bahwa banyak warga Bekasi yang datang ke mal sekadar untuk berekreasi murah meriah (window shopping) atau sekadar mencari hiburan bersama keluarga tanpa rencana belanja besar.

Tantangan Pasca-Lebaran

Bagi pengelola mal di Bekasi, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan ritme kunjungan ini setelah masa liburan benar-benar usai dan warga kembali fokus pada pengeluaran rutin bulanan.

Dengan kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan, keberlanjutan promo dan inovasi event di dalam mal akan menjadi kunci agar pusat perbelanjaan tidak kembali sepi setelah euforia Lebaran mereda.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *