Bekasi  

Hemat Energi, Walkot Bekasi Tetapkan ASN WFH Setiap Rabu Mulai April 2026

Kota Bekasi - Gedung Lantai 10 Pemkot Bekasi
Gedung Lantai 10 Pemkot Bekasi. Foto: Gobekasi.id

Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah berani dalam menekan konsumsi energi di lingkungan pemerintahan. Mulai awal April 2026, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Patriot bakal menerapkan sistem Work From Home (WFH) setiap hari Rabu.

Kebijakan ini bukan sekadar soal fleksibilitas kerja, melainkan strategi konkret untuk melakukan efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan energi listrik secara besar-besaran.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan bahwa keputusan ini merujuk pada arahan pemerintah pusat mengenai penghematan energi nasional yang telah dievaluasi sesuai kondisi daerah.

“Sementara kita akan minggu depan setiap Rabu kita tetapkan sebagai WFH. Jadi kita akan coba menurunkan (mobilitas) hingga 50 persen,” ujar Tri Adhianto, Sabtu (28/3/2026).

Target Pangkas Konsumsi Listrik dan BBM

Dalam pelaksanaannya, sekitar 50 persen ASN—terutama di sektor administrasi—akan bekerja dari rumah. Langkah ini diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi dan dinas, yang secara otomatis mengurangi konsumsi BBM harian.

Tak hanya di jalan raya, penghematan juga dilakukan di dalam gedung perkantoran. Dengan berkurangnya jumlah pegawai yang hadir fisik, penggunaan lampu dan pendingin ruangan (AC) bisa diminimalisir.

Pejabat Wajib ‘Ngantor’ Bareng dalam Satu Ruangan

Menariknya, Tri Adhianto juga menginstruksikan penataan ulang ruang kerja. Untuk menghemat listrik, para pejabat tidak lagi diperbolehkan menempati ruangan terpisah-pisah.

“Contoh ruangan para kepala bidang, itu nanti harus berkumpul jadi satu dengan kepala dinasnya. Jadi tidak di ruangan masing-masing, untuk mengurangi penggunaan AC, lampu, dan lain sebagainya,” jelas Tri.

Pelayanan Publik Tetap Siaga

Meski sebagian ASN bekerja dari rumah, Pemkot Bekasi menjamin pelayanan publik tidak akan kendor. Sektor esensial seperti Rumah Sakit & Layanan Kesehatan, Pengaturan Lalu Lintas (Dishub), Satpol PP dan Petugas Kebersihan.

Sektor-sektor di atas tetap beroperasi normal 100 persen di lapangan. Sementara untuk layanan administrasi, Pemkot Bekasi bakal mengoptimalkan sistem digital dan surat-menyurat daring agar birokrasi tetap berjalan taktis.

Kebijakan ini diharapkan menjadi tonggak perubahan pola kerja ASN yang lebih adaptif, efisien, dan ramah lingkungan di masa depan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *