Bekasi  

PLTSa Bekasi Ditarget Groundbreaking Akhir April 2026, Persiapan Masuk Tahap Final

Kota Bekasi - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat diwawancara mengenai persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Senin (30/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat diwawancara mengenai persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Senin (30/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi terus mematangkan persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Proyek ini ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada akhir April 2026.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan tahapan proyek kini telah memasuki fase penting, mulai dari pemaparan kerja sama hingga penandatanganan kontrak dengan pihak mitra.

“Jadi hari ini akan expose dengan Wangneng Environment Ltd dengan kami. Kemudian besok itu sudah penandatanganan kontrak,” kata Tri saat ditemui di kawasan Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (30/3/2026).

Menurut Tri, jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, groundbreaking dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Dan memang diperkirakan mungkin April lah ya. Akhir April itu kami akan mulai groundbreaking di wilayah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Bekasi juga tengah menuntaskan sejumlah kewajiban sebagai bagian dari kesiapan proyek. Salah satunya adalah penyediaan lahan seluas lima hektare yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas PLTSa.

“Kalau secara utuh apa yang menjadi kewajiban pemerintah kota Bekasi sedang kami terus upayakan. Yang pertama adalah menyiapkan lahan yang 5 hektare,” tuturnya.

Selain kesiapan lahan, pemerintah juga menyiapkan pasokan sampah sebagai bahan baku utama dengan target mencapai 1.400 ton per hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkot Bekasi berencana menambah armada pengangkut sampah.

“Rencana tahun ini kami akan membeli tambahan mungkin antara 25 sampai 50 truk. Tergantung nanti kemampuan keuangan karena ini efisiensi kan,” ucapnya.

Saat ini, volume sampah yang mampu diangkut berada di kisaran 1.100 hingga 1.200 ton per hari. Dengan tambahan armada, diharapkan kapasitas angkut dapat melampaui 1.400 ton per hari, dari total produksi sampah di Kota Bekasi yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

“Kalau skenario awalnya kita berharap bisa 50 truk. Sehingga hari ini kami 1100-1200 ton, kalau ditambah 50 truk ya mudah-mudahan lebih dari 1400 ton yang bisa kita angkut,” paparnya.

Tri juga menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan untuk akses keluar-masuk kendaraan masih berjalan dan telah didukung anggaran. Selain itu, persiapan teknis seperti penimbunan dan pemadatan lahan disebut sudah siap untuk mendukung pembangunan.

“Untuk pembebasan lahan keluar masuk kendaraan juga sudah dalam proses pembelian, dan anggarannya juga sudah ada fisiknya sekitar Rp 10 miliar,” imbuhnya.

Dengan sejumlah persiapan yang tengah berjalan, proyek PLTSa diharapkan dapat segera memasuki tahap pembangunan fisik sebagai upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik di Kota Bekasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *