Kota Bekasi – Jumlah korban akibat ledakan dahsyat di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, kembali bertambah. Hingga Jumat (3/4/2026), pihak kepolisian mencatat total 18 orang menjadi korban luka bakar dalam insiden maut tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, bersama unsur Forkopimda telah meninjau langsung kondisi para korban yang tersebar di sejumlah rumah sakit.
“Total korban sekarang menjadi 18 orang. Sebelumnya tercatat 17, namun ada tambahan satu korban lagi yang ternyata dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan kondisi luka bakar di atas 60 persen,” jelas Kusumo kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Dua Korban Alami Luka Bakar di Atas 90 Persen
Kusumo mengungkapkan bahwa mayoritas korban saat ini masih berjuang di ruang perawatan intensif. Kondisi beberapa korban dilaporkan sangat memprihatinkan karena mengalami luka bakar yang sangat luas.
“Rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen. Bahkan, ada dua korban yang kondisinya sangat berat dengan luka bakar mencapai lebih dari 90 persen. Kami mohon doanya agar para korban segera pulih,” ungkapnya.
Polisi Gelar Baksos dan Program Trauma Healing
Selain fokus pada penanganan medis, Polres Metro Bekasi Kota juga menaruh perhatian serius pada pemulihan psikologis warga sekitar Jalan Cinyosog yang sempat mencekam saat ledakan terjadi.
Baca Juga: Camat Mustikajaya Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dalam Ledakan SPBE Cimuning
Hari ini, pihak kepolisian menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Tak hanya itu, tim khusus juga diterjunkan untuk memberikan layanan trauma healing.
“Kami menerjunkan tim trauma healing untuk membantu menghilangkan dampak psikologis atau ketakutan warga pascakejadian. Ini penting agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang,” kata Kusumo.
Pastikan Lokasi Aman, Warga Diminta Abaikan Hoaks
Terkait perkembangan penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak karyawan SPBE maupun warga sekitar. Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka karena proses olah TKP oleh tim Labfor masih didalami.
Kusumo juga menegaskan bahwa api sudah padam 100 persen dan tidak ada potensi ledakan susulan sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial.
“Saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan berita hoaks, terutama isu ledakan susulan yang tidak benar. Untuk informasi resmi, silakan konfirmasi ke TNI, Polri, atau Pemkot Bekasi melalui hotline 110,” tegasnya menutup pembicaraan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya












