Bandung – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV tahun 2026 kini memasuki fase krusial.
Setelah sempat tertunda dari jadwal semula, Bimbingan Teknis (Bimtek) penginputan data kepesertaan akhirnya resmi dimulai di Bandung, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan pertaruhan integritas data atlet Jawa Barat yang kini menjadi pilot project sistem informasi olahraga tingkat nasional.
Peringatan untuk Bogor, Subang, dan Majalengka
Di tengah antusiasme peserta dari KONI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana, memberikan catatan khusus bagi tiga daerah yang saat ini tengah mengalami konflik internal: Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Majalengka.
Baca Juga: Misi Juara di Rumah Sendiri: KONI Kota Bekasi Bentuk Satgas Khusus Kawal Atlet di Porprov Jabar 2026
Budiana meminta agar kemelut organisasi di tiga daerah tersebut tidak merusak tatanan data atlet yang sudah dibangun. Ia secara tegas melarang adanya pergantian operator pendataan atlet di daerah-daerah bermasalah tersebut.
“Saya mengingatkan kepada Konida bermasalah, tidak mengganti bagian operator karena mereka yang memegang data awal. Mereka yang paling memahami terkait data kepesertaan,” seru Budiana di hadapan peserta Bimtek, Sabtu (11/4/2026).
Integrasi Disdukcapil: Akhiri Sengketa Atlet
Loncatan teknologi dilakukan KONI Jabar melalui Bidang Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Sistem Porprov XV kini terintegrasi langsung dengan database Disdukcapil.
Artinya, tidak ada lagi ruang bagi manipulasi data atau atlet “gelap” yang tidak terverifikasi secara kependudukan.
Kabid Pusdatin KONI Jabar, Yoga, memaparkan data mengejutkan. Hingga 7 April 2026, dari total 24.140 data yang masuk untuk verifikasi dan validasi. Hasilnya, 22.987 NIK dinyatakan sesuai, 1.153 NIK dinyatakan tidak sesuai. Sementara ini, 17.000 data atlet telah mendapatkan status approve.
“Dengan program ini, semua data atlet dipastikan tercatat benar di Disdukcapil. Ini akan berlaku se-Indonesia dan menjadi acuan PON di masa depan. Tak ada lagi persoalan data di kemudian hari,” jelas Yoga.
Deadline dan Agenda Penting
Bagi KONI daerah yang masih ingin melakukan penambahan atau perbaikan data, Pusdatin Porprov masih membuka ruang hingga Rabu, 15 April 2026.
Setelah fase ini lewat, agenda besar berikutnya telah menanti yaitu tahapan entry by number pada 1 Mei 2026 dan delegation registration meeting pada September 2026.
Inovasi berbasis IT ini diharapkan menjadi miniatur kesuksesan penyelenggaraan olahraga multievent yang transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga kolektivitas, integritas, dan soliditas olahraga di Tanah Pasundan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












