Bekasi  

Tiga Korban Kecelakaan Kereta Jalani Operasi, 17 Masih Dirawat

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman, menyampaikan bahwa sebagian pasien yang dirawat merupakan warga Kabupaten Bekasi dan telah mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Bekasi - Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Penanganan korban kecelakaan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo di kawasan Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung.

Hingga Kamis (30/4/2026) sore,  sebanyak 17 korban dilaporkan masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi, dengan tiga di antaranya harus menjalani tindakan operasi.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman, menyampaikan bahwa sebagian pasien yang dirawat merupakan warga Kabupaten Bekasi dan telah mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.

“Sisanya (pasien) 17, tadi seperti yang disampaikan Pak Bupati Kabupaten Bekasi sudah meninjau ada 11 warga Kabupaten Bekasi. Kondisinya hari ini ada 3 yang dioperasi,” kata Sudirman kepada awak media.

Ia menjelaskan, tindakan operasi dilakukan untuk menangani sejumlah cedera yang dialami korban, seperti pada bagian tendon, jari tangan, serta beberapa bagian tubuh lainnya, meski tidak seluruhnya tergolong cedera vital.

Berita Bekasi Lainnya  MA Tolak Kasasi Vonis Mati Haris Simamora, Si Pembunuh Satu Keluarga

“Ada organ tubuh yang, tadi ada yang ini tendon ya, perut tendon sih nggak terlalu vital, telunjuk jari, kemudian dua lagi saya kurang hafal ya, datanya masih di ruangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, korban lainnya masih menjalani observasi dengan masa perawatan yang bervariasi, tergantung kondisi masing-masing pasien. Untuk pasien pascaoperasi, waktu pemulihan diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan pasien tanpa tindakan operasi.

“Kalau yang pasca operasi biasanya bisa sampai 1 minggu, sampai 10 hari gitu kan. Tapi kalau observasi tanpa operasi biasanya sekitar 5 hari lah. 5 hari sampai 1 minggu,” jelas Sudirman.

Menurutnya, mayoritas korban mengalami keluhan nyeri pada sejumlah bagian tubuh akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi, termasuk patah tulang, luka pada wajah, hingga cedera di bagian perut.

Berita Bekasi Lainnya  Pemkab Bekasi Belum Tetapkan Target Efisiensi Belanja APBD 2025

“Ya rata-rata nyeri ya, nyeri pada organ-organ tubuh, termasuk yang patah tulang, kemudian pada wajah, ada juga yang pada perut, ada yang pada tulang juga,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *