Bekasi – Anggota Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Eko Budi Santoso, bergerak cepat menyelamatkan seorang nenek pemulung korban gigitan ular berbisa di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (18/5/2026) malam.
Korban diketahui bernama Mak Opah alias Mak Iyas (60), seorang janda yang tinggal di rumah kontrakan dan sehari-hari mencari nafkah dari memulung botol serta gelas plastik.
Peristiwa bermula selepas Magrib saat korban hendak memeriksa benda yang jatuh dari atas lemari makanan di rumahnya. Saat menggeser sebuah toples, seekor ular tiba-tiba menggigit tangannya.
Awalnya keluarga korban belum mengetahui jenis ular yang menggigit karena kejadian berlangsung sangat cepat. Laporan kemudian diterima petugas Damkar Kabupaten Bekasi usai salat Isya.
“Awalnya tetangga korban datang ke sektor Pilar Kabupaten Bekasi. Mereka belum tahu jenis ularnya apa karena korban bilang kejadiannya cepat,” ujar Eko, Rabu, (20/5/2026).
Informasi itu kemudian diteruskan kepada Eko melalui sambungan telepon dan video kondisi korban. Saat itu korban hanya mengalami luka berdarah tanpa gejala serius lainnya.
Eko lalu meminta keluarga korban melakukan pemantauan selama satu hingga dua jam. Ia mengingatkan apabila muncul pembengkakan, korban harus segera mendapat penanganan.
“Jam 21.00 WIB keluarga telepon lagi karena mulai terjadi pembengkakan. Saya langsung berangkat ke lokasi,” katanya.
Perjalanan sekitar 30 menit ditempuh Eko menuju lokasi korban yang berada dekat Stadion Mini Pilar. Setibanya di lokasi, ia langsung melakukan observasi kondisi korban sebelum memberikan penanganan awal.
Luka gigitan dibersihkan, kemudian dilakukan tindakan imobilisasi di sekitar area luka dengan metode menyerupai penanganan patah tulang agar bagian tubuh korban tidak banyak bergerak.
“Golden time penanganan sebenarnya 20 menit. Imobilisasi penting supaya racun tidak cepat menyebar,” ujarnya.
Menurut Eko, pembengkakan pada tangan korban terjadi karena area gigitan sebelumnya tidak segera diimobilisasi akibat kurangnya pengetahuan masyarakat terkait penanganan awal korban gigitan ular berbisa.
Selama sekitar tiga jam, Eko terus melakukan observasi terhadap kondisi korban mulai dari pernapasan, denyut jantung hingga kesadaran korban.
Setelah kondisi korban dipastikan stabil dan tidak mengalami muntah maupun gangguan pernapasan, Eko baru meninggalkan lokasi.
“Setelah napas stabil, pernapasan normal, detak jantung juga normal baru saya pulang,” katanya.
Di sela penanganan, Eko juga sengaja mengajak korban bercanda agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi kondisi yang dialaminya.
“Kalau korban panik, detak jantung jadi cepat dan itu bahaya karena racun bisa lebih cepat menyebar,” ucapnya.
Eko mengaku malam itu sebenarnya sedang libur piket. Namun setelah mendapat laporan dari rekannya yang bertugas, ia langsung turun tangan membantu penanganan korban.
“Pas libur bang, teman yang piket telepon saya. Alhamdulillah kita berpacu dengan waktu,” tandasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












