Bekasi  

Kendala Ekonomi Diduga Bikin Pemuda di Bekasi Putus Obat Sebelum Tragedi Berdarah

Dari hasil pendalaman sementara, polisi menduga kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor terhentinya pengobatan SG.

Bekasi - Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal saat mengintrogasi terduga pelaku yang mengalami gangguan kejiawaan. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal saat mengintrogasi terduga pelaku yang mengalami gangguan kejiawaan. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Polisi mengungkap dugaan faktor ekonomi menjadi penyebab seorang pemuda berinisial SG (18) di Jatisampurna, Kota Bekasi, berhenti mengonsumsi obat rutin dari psikiater selama dua hari sebelum tragedi berdarah yang menewaskan balita 2 tahun 7 bulan.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, SG diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan rutin menjalani pengobatan. Namun sebelum kejadian, obat yang biasa dikonsumsinya disebut sudah tidak diminum lagi.

“Yang bersangkutan memang sempat dibawa ke psikiater dan rutin konsumsi obat. Tapi sudah dua hari tidak mengonsumsi obat tersebut,” kata Andi kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Dari hasil pendalaman sementara, polisi menduga kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor terhentinya pengobatan SG. Selama ini keluarga tersebut diketahui hidup dalam keterbatasan ekonomi dan bergantung pada sang nenek yang bekerja serabutan.

Berita Bekasi Lainnya  Stimulus Covid-19 PLN Diperpanjang Hingga Maret 2021, Ada 107 Ribu Pelanggan di Bekasi

“Karena faktor ekonomi juga, sang nenek yang mencari nafkah sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi menduga SG terlibat dalam pembunuhan sadis terhadap balita yang masih keponakanya sendiri. Korban ditemukan tewas di sebuah kontrakan di Jalan Cekrok, Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, dengan luka tusuk dan sayatan di sejumlah bagian tubuh.

Sementara SG ditemukan dalam kondisi terluka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

Selain memiliki riwayat gangguan jiwa, polisi juga mendapatkan informasi bahwa SG beberapa kali sempat mengancam ingin bunuh diri sebelum kejadian terjadi.

“Korban ini juga sudah beberapa kali mengancam melakukan bunuh diri,” ucap Andi.

Berita Bekasi Lainnya  Imbas Proyek Tol Becakayu, Jalan Ahmad Yani Bakal di Bangun Overpass

Polisi memastikan hingga kini penyelidikan masih terus berjalan sambil menunggu kondisi SG stabil untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *