Bekasi  

Tiga Jemaah Haji Asal Kota Bekasi Wafat di Tanah Suci, Kemenag Siapkan Pendampingan Ahli Waris

Kemenag Kota Bekasi saat ini tengah fokus melakukan pendampingan hukum dan takziah untuk memastikan hak-hak ahli waris terpenuhi.

Bekasi - Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, Rian Fauzi. Foto: ist
Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, Rian Fauzi. Foto: ist

Bekasi — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi mencatat tiga jemaah haji asal wilayahnya meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kemenag Kota Bekasi saat ini tengah fokus melakukan pendampingan hukum dan takziah untuk memastikan hak-hak ahli waris terpenuhi.

Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, Rian Fauzi, menjelaskan dari ketiga jemaah yang wafat, satu orang meninggal sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Sementara dua jemaah lainnya mengembuskan napas terakhir setelah menyelesaikan seluruh rangkaian utama haji.

“Dua jemaah telah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah hajinya, sedangkan satu jemaah meninggal di Madinah sebelum Armuzna,” ujar Rian, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data resmi Kemenag Kota Bekasi, identitas ketiga jemaah yang wafat tersebut adalah Arif Nugroho Basuki, 58 tahun, warga Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara. Arif dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi medis saat berada di Madinah sebelum fase Armuzna.

Selenjutnya ialah Matrodji Mardjuki, 65 tahun, warga Pondok Ungu, Kecamatan Medan Satria. Matrodji wafat saat berada di kawasan tenda jemaah di Mina.

Kemudian M. Suwarman, 67 tahun, warga Perumahan Pondok Cipta, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat. Ia meninggal dunia di hotel pemondokan di Makkah pasca-menyelesaikan fase Armuzna.

Rian menyatakan, jajarannya telah mendatangi rumah duka masing-masing jemaah sebagai bentuk dukungan moral sekaligus mendampingi keluarga untuk pengurusan dokumen kematian formal dari pemerintahan Arab Saudi yang diperlukan untuk klaim asuransi.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk rasa empati kepada para jemaah haji, terutama kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kami juga sudah melakukan takziah kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Rian.

Selain mengurus mitigasi bagi jemaah yang wafat, Kemenag Kota Bekasi terus melakukan pemantauan intensif terhadap sisa rombongan yang masih berada di Arab Saudi, termasuk anggota keluarga yang mendampingi jemaah wafat.

Kemenag juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk menyiapkan posko pelayanan kesehatan di asrama debarkasi.

Langkah ini disiapkan guna menyaring dan memberikan penanganan medis darurat bagi jemaah yang tiba di Tanah Air dalam kondisi penurunan status kesehatan atau menderita penyakit bawaan pasca-ibadah fisik yang berat.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *