# Go-News

Target Rampung Jalan Tol Cibitung-Cilincing Meleset

Target Rampung Jalan Tol Cibitung-Cilincing Meleset
Progres pembangunan jalan tol cibitung-cilincing. Foto: Investor Daily

Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) yang ditargetkan rampung pertengahan tahun ini meleset. Kendalanya adalah rencana uji coba rekayasa Lalu Lintas (Lalin) di area gerbang tol Cibitung 1 yang akan dimulai hari ini terpaksa ditunda. Pasalnya, persiapan pemasangan girder belum rampung.

”Rencananya memang pada tanggal 5 Februari (hari ini), namun persiapan kontruksi serta perzinan dengan pihak Kawasan MM 2100 belum rampung. Sehingga ditunda dengan waktu yang belum ditentukan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, Rabu (5/2/2020).

Dia mengaku, sebelumnya Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi menghadiri rapat progres pembangunan proyek jalan tol Cibitung-Cilincing.

”Info yang saya dapat pondasi untuk pemasangan girder belum kuat, jadi ada penundaan,” jelasnya.

Untuk rekayasa lalu lintas, pihaknya akan bekerjasama dengan jajaran Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Metro Bekasi. Sebab, kata Yana nantinya adanya penutupan keluar masuk tol di pintu tol Cibitung akan dilakukan selama tiga bulan ke depan.

Nantinya, semua kendaraan yang mengarah ke Jalan Tol Cibitung dialihkan menuju kawasan MM2100. Yana menjelaskan, untuk tahap pertama nantinya, apabila ada penutupan akses di gerbang pintu tol Cibitung. Terlebih dahulu akses keluar tol Jakarta-Cikampek. Namun untuk akses masuk tol Jakarta Cikampek masih dapat dilalui.

”Jadi untuk penutupan dilakukan secara bertahap, dan lama penutupannya dan dipimdahkan ke akses gerbang pintu tol kawasan selama tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit lalu lintas Polsek Cikarang Barat, Iptu Agus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berkendara hati-hati, serta mengedepankan keselamatan.

”Rencananya memang ada pengalihan arus kendaraan yang ingin keluar masuk di Pintu Tol Cibitung. Dan kami juga akan melakukan rekayasa lalin untuk kelancaran ruas jalan,” katanya.

Diketahui, Jalan tol sepanjang 34,8 km ini merupakan akses alternatif bagi kendaraan dari kawasan industri di Bekasi wilayah menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok. Konstruksi jalan tol dibangun menggunakan tiga jenis konstruksi yakni tanah timbun, melayang, dan tiang pancang.

Ruas jalan tol ini berdekatan dengan konstruksi lain seperti Jalan Tol Japek II Elevated, Jalan Tol Japek lama, dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Akibat rekayasa ini, warga sekitar dan pengguna jalan perlu bersiap, volume kendaraan di wilayah Gandamekar, dan Mariuk Gandasari akan bertambah.

Gerbang tol Cibitung 1 akan dibongkar dan menyatu dengan JTCC, sehingga pengendara yang akan masuk ke gerbang tol Cibitung 1 diarahkan menuju ke gerbang tol Cibitung 2 di kawasan MM2100 dan Grandwisata.

”Nanti gerbang tol cibitung akan di bongkar. Jadi nyatu sama Japek,” kata Humas Jasamarga Cabang Japek, Hendra Damanik.

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (IPC) II Persero optimistis Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) dapat beroperasi secara keseluruhan pada kuartal II 2020. ”Maka kita targetkan tahun 2020 nanti bisa beroperasi.”kata Direktur Teknik IPC Dani Rusli, di Cibitung belum lama ini.

Pembangunan JTCC diklaim bakal memperlancar akses transportasi dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju kawasan industri di Bekasi, Cibitung, Cikarang, hingga Karawang dan sebaliknya. Dia menyebut, keberadaan akses tol nantinya dapat menekan biaya logistik dan mengurangi biaya trafik sekitar ruas tol Jakarta-Cikampek.

Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT Akses Pelabuhan Indonesia Ari Sunaryono menjelaskan bahwa jalan tol sepanjang 34,8 kilometer ini sebagian besar berada di wilayah Bekasi, yakni sebanyak 80 persen. Sekitar 20 persen lainnya, kata dia, berada di wilayah Jakarta bagian Utara.

Menurutnya, efisiensi JTCC nantinya dapat menekan biaya logistik melalui penghematan waktu.

”Kalau sekarang jarak tempuhnya masih 3-4 jam, nanti kalau tolnya jadi itu bs mempersingkat waktu tempuh jadi 1 jam saja. Logistik kan terkait biaya dan waktu,” ungkap Ari.

Dia membeberkan, realisasi pembangunan JTCC dapat menambah ritase sehingga biaya logistik juga dapat ditekan. Adapun sepanjang Jalan Tol Cibitung-Cilincing terdapat 43 jembatan, 5 simpang susun (interchange), 7 underpass, dan 8 overpass.
Penumpukan pembangunan proyek dan juga jalan existing membuat pembangunan JTCC memiliki kompleksitas yang tinggi. Hanya saja Ari mengungkapkan, pihaknya terus bekerja dengan perhitungan elevasi yang seakurat mungkin.

(FIR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top