Beralih Terapkan Teknologi, Begini Curhat Sopir Angkot Online

  • Bagikan

Sebanyak 30 Angkutan Kota (Angkot) Online resmi mengaspal di Kota Bekasi dengan dua trayek yaitu, trayek K-11 yang terbagi menjadi 3 rute (Terimal Bekasi, Rawalumbu-Narogong-Bantar Gebang) dan K-12 yang terdiri dari 1 rute. (Terimal Bekasi-Wijaya Kusuma Bekasi Timur).

Penerapan sistem Angkot Online yang dikelola oleh PT Teknologi Rancang Olah Nusantara (Tron) ini rupanya mendapat respons yang positif bagi para sopirnya.

Salah satu sopir K-11, Shirmo (57) mengatakan jika penggunaan teknologi pada angkot di Kota Bekasi dapat mengurangi beban keuangannya selama ini.

“Ya ini cukup membantu sih mas. Bagi saya sudah terbiasa juga nyopir angkot, bedanya cuma pakai aplikasi. Namun, cukup dengan satu aplikasi penumpang bisa naik langsung dua sampai tiga, pokoknya 1 aplikasi itu bisa untuk lima orang,” ujar Shirmo di Terminal Induk Kota Bekasi, Minggu (5/5/2019) kepada GoBekasi.ID.

Sedari pagi tadi, Shirmo baru mengangkut penumpang sebanyak lima orang hingga sore ini. Jika di rupiahkan, pendapatannya baru mencapai Rp 15 ribu.

“Tetapi kan sekarang lagi ada promo juga yah, yah saya mah tinggal ngikutin aplikasi kalau ada penumpang nanti ada petunjuk,” kata dia.

Menurutnya, dengan menjadi sopir Angkot Online tidak menjadi beban jika pulang kerumah nanti. Sebab, ia sudah dibekali intensif oleh perusahaan yang menaunginya.

“Ya alhamdulillah, bensin ini kan di ongkosin, saya dapat uang makan, dapat uang intensif juga buat bawa pulang setiap hari. Yang penting tugas saya ini cari penumpang. Beda kalau sebelum online, biasanya sehari aja dapat Rp 100-150 ribu. Kalau cuma Rp 100 ribu itu bisa gak bawa uang kalau pulang, bisa bawa pulang uang kalau dapat Rp 150 ribu. Karena saya setoran aja Rp 40 ribu, belum makan sama bensin,” katanya.

Memang saat ini kata Shirmo, jumlah pemilik aplikasi Tron belum memadai. Untuk itu ia meminta kepada perusahaan dapat menjangkau seluruh lini wilayah agar adanya peningkatan penumpang.

“Soalnya yang jadi kendala itu kalau penumpang tidak beraplikasi kita tidak bisa angkut, khusus yang memesan saja. Makanya jangkauan orang untuk mempunyai aplikasi sangat penting,” ungkap Shirmo.

Sementara itu, salah satu penumpang Ryo (45) mengatakan jika hadirnya Angkot Online di Kota Bekasi sangat membantu masyarakat yang masih menggunakan transportasi massal.

“Soalnya lebih cepat, praktis, enggak mangkal juga yah saya coba tadi naik dari Jalan Kartini sampai Terminal,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ryo, penjemputan oleh Angkot Online cukup membutuhkan waktu selama tiga menit. Berbeda halnya dengan naik angkot biasa.

“Kalau angkot biasa kadang susah juga ya, mungkin banyak mangkal, saya pernah sampai 30 menit nunggu angkot. Nah ini saya pakai aplikasi Tron naik angkot bisa berdua, jadi aplikasinya memang tidak sendiri-sendiri mas,” pungkasnya.

(KUB)

  • Bagikan