Pemkot Bekasi Dorong Polisi Tuntaskan Kasus Sengketa Bripka Madih

  • Bagikan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berharap kasus sengketa tanah Bripka Madih dengan warga bisa segera selesai.

Pemda mendukung Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan untuk mendapat fakta hukum yang sebenarnya.

“Kami mendukung langkah langkah Polda Metro Jaya, dalam menangani kasus lahan yang terus ramai di media masa maupun sosial. Dan keresahan warga atas alas hak tanah yang diakui Madih,” kata Plh Sekda Kota Bekasi Junaedi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/2/2023).

Sementara itu Camat Pondok Melati, Heni Setiowati berharap persoalan itu cepat rampung. Sehingga mayarakat tidak lagi dirugikan. Mengingat warga setempat sudah mengadu ke kelurahan hingga tingkat kecamatan dan kini sampai ke pemerintah kota.

Sebelumnya, sebuah video seorang anggota polisi mengaku diperas oleh oknum penyidik Polda Metro Jaya, terkait pelaporan kasus penyerobotan tanah, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang anggota polisi yang diketahui bernama Bripka Madih, mengungkapkan kekecewaannya saat melaporkan dugaan penyerobotan tanah orang tuanya, kepada Polda Metro Jaya.

Bripka Madih yang merupakan anggota Provos Polsek Jatinegera itu, mengatakan, jika penyerobotan tanah tersebut dilakukan oleh pengembang perumahan di wilayah Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Bripka Madih mengungkapkan, jika dirinya kecewa karena sebagai pelapor atas peneyerobotan tanah malahan dimintai uang oleh oknum Polda Metro Jaya.

“Saya kecewa, sebagai pelapor dan bukan orang yang melakukan pidana. Saya yang juga seorang anggota Polisi dimintai uang oleh oknum penyidik,” terang Bripka Madih, Jumat (3/2/2023).

‘’Oknum penyidik itu minta langsung ke saya, sesama anggota polisi, dia berucap minta uang Rp 100 juta. Saya kecewa,” ungkap Bripka Madih.

  • Bagikan