Bekasi  

Kemacetan Kalimalang Diprediksi Berlangsung 60 Hari, Dishub Kota Bekasi Terapkan Contra Flow

Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar mengatakan, manajemen lalu lintas sudah diterapkan guna meminimalisasi antrean kendaraan, terutama saat jam sibuk.

Bekasi - Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Kemacetan di kawasan Kalimalang, Kota Bekasi, diperkirakan masih akan terjadi selama proses pembangunan jembatan berlangsung. Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow di titik proyek.

Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar mengatakan, manajemen lalu lintas sudah diterapkan guna meminimalisasi antrean kendaraan, terutama saat jam sibuk.

“Sudah dilakukan manajemen lalu lintas di titik tersebut, salah satunya dengan sistem contra flow. Jalur yang tadinya hanya satu arah digunakan menjadi dua jalur,” kata Zeno.

Menurut dia, Dishub juga menempatkan hampir 20 personel di lokasi proyek untuk membantu pengaturan arus kendaraan. Secara keseluruhan, sekitar 300 petugas Dishub disiagakan rutin setiap hari di berbagai titik Kota Bekasi.

Berita Bekasi Lainnya  Organisasi Linmas Nilai Paslon Ridho Bakal Bawa Perubahan Positif Bagi Kota Bekasi

Zeno menjelaskan, kepadatan lalu lintas paling parah biasanya terjadi pada pagi dan sore hari, yakni pukul 06.00 hingga 08.00 WIB serta pukul 16.00 sampai 19.00 WIB.

“Sekitar 60 hari kerja penerapannya. Untuk detail pelaksanaan proyek bisa dikonfirmasi ke pelaksana proyek, namun kami membantu dari sisi pengaturan dan edukasi lalu lintas,” ujarnya.

Selain dampak proyek pembangunan, Dishub juga mencatat munculnya sejumlah titik kemacetan baru di Kota Bekasi akibat pertumbuhan kawasan perdagangan dan jasa.

“Dalam rencana kerja sebelumnya ada 24 titik, sekarang menjadi 29 titik kemacetan baru. Kami menyebutnya bangkitan dan tarikan perjalanan baru,” ucap Zeno.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut juga menjadi indikator tumbuhnya ekonomi di Kota Bekasi.

Berita Bekasi Lainnya  Densus 88 Antiteror Ringkus Dua Terduga Teroris di Bekasi

“Kami melihatnya dari sisi positif karena munculnya bangkitan dan tarikan ini juga menandakan adanya pertumbuhan ekonomi baru,” tutupnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *