Periksa Belasan Saksi, Kasus Kematian Lansia yang Diduga Dibunuh Belum Menemui Titik Terang

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhamad Firdaus
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhamad Firdaus
Kasus kematian A, lansia yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di wilayah Margajaya, Bekasi Selatan hingga kini belum menemui titik terang.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhamad Firdaus mengatakan, proses pencarian pelaku saat ini masih berlangsung. Terkini, pihaknya sudah memeriksa total 12 orang saksi.
“Ada 12 orang (saksi). Kami sudah dalami dari pihak keluarga korban, dalami keterangannya terkait dengan apakah ada permasalahan keluarga dan lainnya,” kata Firdaus saat dihubungi wartawan, Jumat (26/1/2024) petang.
Sejauh ini, kata Firdaus, belum ada petunjuk siapa dalang dibalik kematian A.
Polisi sendiri awalnya mengira ada dugaan bahwa pelaku adalah berasal dari lingkungan keluarga. Namun, setelah ditelusuri, dugaan itu negatif.
“Setelah kami melakukan kontak melalui tes DNA, negatif. Tidak ada dugaan bahwa pelaku itu berasal dari keluarga korban,” jelas Firdaus.
“Sementara ini masih mengarah ke perampokan,” kata dia lagi.
Diberitakan sebelumnya, A tewas bersimbah darah di dalam rumahnya sendiri di wilayah Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi Sabtu (20/1/2024) sore.
Ketua RT setempat Yuda Pratama mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya. Saat itu, saksi berniat berkunjung ke rumah korban. Namun, setibanya di lokasi dan pintu diketuk, tidak ada jawaban.
“Dia minta izin masuk ke dalam, diketuk hampir 30 menit, tidak ada (jawaban). Ketemu saudaranya di luar, akhirnya diajak ke dalam lewat belakang, waktu masuk pintu belakang, ternyata terbuka,” kata Yuda kepada wartawan di lokasi, Sabtu (20/1/2024) malam.
“Setelah terbuka, dicek ke dalam ternyata ada mayat, dia enggak berani masuk terus lapor pak RT,” ucap Yuda lagi.
Begitu keponakan dan Ketua RT setempat masuk, ternyata saksi menemukan bercak darah yang menggumpal di depan kulkas dan ceceran darah layaknya seseorang yang telah diseret.
Selain itu, kata Yuda, dirinya juga melihat ceceran darah yang menempel di tembok. Seretan darah juga terlihat di arah salah satu ruangan yang terdapat balai.
Tak hanya darah, tubuh korban juga dipenuhi luka memar. Luka itu antara lain di bagian bahu dan tangan korban. Selain itu, kepala korban juga dipenuhi darah.
“Lukanya di posisi bahu, tangan, memar. Kalau darah, sekujur kepala berdarah. Kalau luka tusukan kami belum tahu pasti karena kami baru cek bersama beberapa warga,” jelas dia.
Selain itu, ia dan saksi lain juga melihat ada perusakan pintu belakang yang diduga dilakukan oleh pelaku.
“Ada perusakan pintu, itu di pintu belakang. Ada pembobolan, kondisinya pintu itu dibobol dari dalam,” ungkap Yuda.
  • Bagikan