Pertengahan Tahun, Dinkes Kabupaten Bekasi Temukan 2.900 Balita Alami Stunting

  • Bagikan
Ilustrasi Stunting
Ilustrasi Stunting

Pada pertengahan tahun ini sebanyak 2.900 balita di wilayah Kabupaten Bekasi terindikasi mengalami stunting. Namun jumlah tersebut masih dinamis lantaran masih dalam tahap pendataan hingga akhir Juni 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Alamsyah berkemuka jika angka tersebut didapati dari hasil monitoring di posyandu yang mana pihaknya melalui Puskesmas secara rutin melakukan perhatian kepada para balita di wilayahnya.

“Ya ini merupakan data pembaruan terkini hasil dari tim yang terjun ke Posyandu,” kata Alamsyah, Kamis (13/6/2024).

Meskidemikian, Alamsyah menyebut kalau jumlah tersebut cenderung rendah jika dibanding jumlah keseluruhan balita yang terdata, yakni sekitar 245.000 jiwa.

“Hitungan kami, yang terindikasi stunting sekitar 1,4 persen dari jumlah balita yang ada,” ungkapnya.

Dari beberapa kasus yang ditangani, stunting di Kabupaten Bekasi disebabkan banyak faktor. Untuk itu, upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan dengan melakukan intervensi gizi sensitif dan spesifik.

Intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan. Sementara intervensi gizi sensitif, yakni intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.

“Yang masih rendah itu adalah bagaimana memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. Seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak buang air besar di tempat yang tidak semestinya,” kata dia.

Selain itu, dari beberapa kasus yang ditemui juga masih banyak orang tua yang menganggap bahwa imunisasi merupakan hal yang kurang penting. Padahal pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak dapat mencegah penyakit-penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan anak.

“Untuk itu diperlukan juga penguatan kapasitas dan perilaku. Jadi bicara stunting bukan soal pandangan kita pada balita saja, melainkan juga pada remaja, ibu hamil, ibu melahirkan dan anggota keluarga lainnya. Ini yang terus kami tindaklanjuti bersama-sama baik oleh pemerintah daerah, pihak swasta serta elemen masyarakat dalam menurunkan prevalansi stunting di Kabupaten Bekasi,” tandasnya.

  • Bagikan