Bekasi  

Landmark Bekasi Timur Bakal Dibongkar Demi Trase Tol Becakayu

Proses eksekusi fisik struktur ikonik ini dijadwalkan mulai berlangsung pada 21 April 2026. Proyek pembongkaran diperkirakan akan memakan waktu selama satu pekan penuh.

Bekasi - Gapur atau Landmark Bekasi Timur di Jalan HM Joyomartono bakal di bongkar untuk trase Tol Becakayu
Gapur atau Landmark Bekasi Timur di Jalan HM Joyomartono bakal di bongkar untuk trase Tol Becakayu. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengonfirmasi rencana pembongkaran gapura landmark yang berdiri di Jalan HM Joyomartono dalam waktu dekat.

Proses eksekusi fisik struktur ikonik ini dijadwalkan mulai berlangsung pada 21 April 2026. Proyek pembongkaran diperkirakan akan memakan waktu selama satu pekan penuh.

Keputusan pembongkaran ini bukan tanpa alasan kuat. Struktur gapura tersebut diketahui menghalangi jalur pembangunan perpanjangan ruas Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

Trase Tol Becakayu yang tengah dikebut pengerjaannya akan memanjang dari arah Margajaya menuju Tambun, sehingga menuntut sterilisasi lahan di titik-titik krusial, termasuk lokasi berdirinya gapura di Simpang Bekasi Timur tersebut.

Mengingat Jalan HM Joyomartono merupakan salah satu urat nadi lalu lintas paling sibuk menuju Gerbang Tol Bekasi Timur, Dishub telah mengatur jadwal kerja yang ketat.

Berita Bekasi Lainnya  Lokasi SIM Keliling Kota Bekasi Senin, 26 Januari 2026

Pembongkaran hanya akan dilakukan pada malam hari guna meminimalisir dampak kemacetan. Waktu pelaksanaan pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB dengan estimasi 7 hari kalender.

Petugas gabungan akan disiagakan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas selama alat berat bekerja merobohkan struktur rangka gapura tersebut.

Sejarah Singkat: Landmark yang Rawan

Gapura ini sejatinya memiliki sejarah unik sejak dibangun pada tahun 2016 silam. Pembangunannya saat itu menjadi bagian dari proyek penataan kawasan Simpang Bekasi Timur agar tampil lebih estetis.

Namun, estetika sempat berbenturan dengan aspek teknis. Desain awal yang direncanakan tanpa tiang penyangga (melayang) ternyata dinilai berisiko tinggi.

Setelah dilakukan analisis struktur paska-konstruksi, bangunan tersebut dianggap rawan ambruk.

Berita Bekasi Lainnya  Petugas Dishub Kota Bekasi yang Viral Pungli Diberi Sanksi Tegas: Pencopotan Jabatan hingga Pemotongan Gaji 3 Bulan

Alhasil, tiga tiang penyangga tambahan terpaksa dipasang, yang hingga kini menjadi wajah akhir landmark tersebut sebelum akhirnya diputuskan untuk dibongkar permanen.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *