Bekasi  

Kloter Pertama Kabupaten Bekasi Bersiap Berangkat ke Makkah, Petugas Pantau Ketat Kesehatan Jemaah

Menurut Arif, masuknya Kabupaten Bekasi dalam kloter-kloter awal memberikan keuntungan tersendiri bagi jemaah.

Bekasi - Calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Kloter 03 KJT bersiap meninggalkan Kota Madinah. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Kloter 03 KJT bersiap meninggalkan Kota Madinah. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Madinah – Sebanyak 439 jemaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Kloter 03 KJT bersiap meninggalkan Kota Madinah. Jemaah dijadwalkan akan bertolak menuju Makkah Al-Mukarramah pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 15.00 waktu Arab Saudi.

Pendamping Haji Daerah Kabupaten Bekasi, Mochamad Arif Ichwani, mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Perjalanan menuju Makkah diperkirakan memakan waktu sekitar delapan jam dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

“Alhamdulillah, kondisi terkini jemaah haji Kabupaten Bekasi masih berada di Madinah. Dari segi kesehatan dan kenyamanan ibadah, semuanya terpantau stabil,” ujar Arif saat dihubungi melalui sambungan internasional, Kamis (29/4/2026).

Menurut Arif, masuknya Kabupaten Bekasi dalam kloter-kloter awal memberikan keuntungan tersendiri bagi jemaah.

Berita Bekasi Lainnya  Peringatan Hari Anak Nasional, 2.000 Anak dan Anggota KORMI Kota Bekasi Padati Pawai di Car Free Day

Suasana di Kota Madinah saat ini masih relatif lenggang, sehingga warga Bekasi bisa lebih khusyuk menjalankan ibadah di Masjid Nabawi maupun saat berziarah tanpa harus berdesakan.

Namun, ia tetap mewanti-wanti terkait perubahan cuaca ekstrem. “Cuaca di Madinah saat ini mulai beralih dari dingin ke panas, ditambah angin yang cukup kencang. Ini tantangan, terutama bagi jemaah lansia,” tambahnya.

Selain faktor kesehatan, tantangan teknis yang dihadapi petugas di lapangan adalah penggunaan aplikasi Nusuk. Kebijakan baru dari otoritas Arab Saudi mengharuskan jemaah menggunakan aplikasi tersebut untuk masuk ke Raudhah.

Arif menyebut hal ini menjadi kendala bagi jemaah lansia yang kurang akrab dengan teknologi. Apalagi, kuota tasreh (izin masuk) yang diberikan pihak Masjid Nabawi masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah total jemaah dalam satu kloter.

Berita Bekasi Lainnya  Hunian Ramah Lingkungan di Jakarta Terbatas, Kawasan Utara-Timur Jadi Alternatif

“Ini tantangan besar, pendampingan kami lakukan intensif agar jemaah tetap bisa mendapatkan hak ibadahnya secara maksimal meskipun kuotanya bertahap,” jelasnya.

Menanggapi informasi insiden bus yang dialami kloter dari daerah lain saat city tour di Jabal Magnet, Arif memastikan jemaah asal Kabupaten Bekasi tetap aman dan tidak terdampak kejadian tersebut.

Ia mengimbau kepada keluarga jemaah di tanah air agar tidak khawatir secara berlebihan. Tim pendamping, tenaga kesehatan, dan petugas sektor terus melakukan visitasi rutin setiap hari untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji di Makkah.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *