Bekasi  

Damkar Kabupaten Bekasi Lebih Sibuk Evakuasi Tawon dan Ular daripada Kebakaran

Kabupaten Bekasi - Tahun 2025, Damkar Kabupaten Bekasi mencatat 235 kasus penyelamatan, jauh lebih banyak dari kasus kebakaran. Berbagai pelatihan terus digalakkan untuk meningkatkan kesigapan tim dalam menghadapi beragam situasi darurat, mulai dari evakuasi sarang tawon, penyelamatan hewan, hingga korban terjebak di gedung tinggi. Wujud komitmen Damkar untuk selalu siap melayani masyarakat. Foto: Ist
Tahun 2025, Damkar Kabupaten Bekasi mencatat 235 kasus penyelamatan, jauh lebih banyak dari kasus kebakaran. Berbagai pelatihan terus digalakkan untuk meningkatkan kesigapan tim dalam menghadapi beragam situasi darurat, mulai dari evakuasi sarang tawon, penyelamatan hewan, hingga korban terjebak di gedung tinggi. Wujud komitmen Damkar untuk selalu siap melayani masyarakat. Foto: Ist

Kabupaten Bekasi – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mencatat tren menarik sepanjang 2025. Hingga awal September, jumlah kasus penyelamatan masyarakat jauh lebih tinggi dibanding kebakaran.

Tercatat 235 kasus penyelamatan dan evakuasi berhasil ditangani, sementara kebakaran yang terjadi sejak Januari hingga Juli hanya 71 kasus.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kabupaten Bekasi, Mulyadi Hadisaputra, mengatakan sebagian besar laporan masyarakat berupa evakuasi sarang tawon, ular, hingga pertolongan darurat lainnya.

“Tren ini menunjukkan masyarakat kini semakin mengandalkan Damkar tidak hanya saat kebakaran, tetapi juga dalam berbagai situasi darurat,” ujarnya dikutip Selasa, (9/9/2025).

Tingkatkan Profesionalisme dan Latihan Khusus

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Damkar Kabupaten Bekasi rutin menggelar berbagai pelatihan teknis. Mulai dari penanganan ular berbisa bersama para ahli, penyelamatan orang tenggelam, pertolongan korban kecelakaan, hingga keterampilan berenang dan rappelling.

Selain pelatihan internal, petugas juga dikirim mengikuti pendidikan khusus di Diklat Ciracas, Jakarta Timur. “Penyelamatan memerlukan keahlian khusus sekaligus keberanian anggota,” tegas Mulyadi.

Mulyadi meminta masyarakat yang melapor agar menyampaikan informasi secara jelas, meliputi lokasi, jenis evakuasi, kondisi, dan waktu kejadian. Hal itu penting agar tim bisa bergerak cepat dan tepat.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memberi akses jalan untuk armada Damkar, terutama di wilayah padat penduduk, dengan tidak parkir sembarangan atau berkerumun di lokasi.

“Masyarakat diharapkan tidak panik dan tidak melakukan tindakan berisiko sendiri sebelum tim tiba. Patuhi instruksi petugas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Dengan dukungan peralatan dan simulasi yang terus ditingkatkan, Damkar Kabupaten Bekasi menegaskan siap siaga 24 jam.

“Pelatihan terus dilakukan agar tim rescue semakin profesional dan siap menghadapi berbagai situasi, mulai dari kebakaran, evakuasi hewan, hingga penyelamatan di medan ekstrem,” pungkas Mulyadi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *