Kota Bekasi – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Kaliabang Ceger, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, kian memprihatinkan.
Sampah yang tak diangkut selama setengah tahun terakhir itu meluber hingga hampir menutupi setengah badan jalan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga sekitar lantaran telah berlangsung cukup lama. Selain menimbulkan bau tak sedap, penumpukan sampah juga dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari.
Seorang warga setempat, Rohayah (57), mengatakan penumpukan sampah di lokasi tersebut sudah terjadi sejak sekitar enam bulan terakhir. Menurutnya, kondisi TPS yang penuh membuat sampah terus bertambah dan meluber ke badan jalan.
“Sekira setengah tahunan atau enam bulanan sampah itu,” kata Rohayah kepada Tribun Bekasi, Senin (12/1/2026).
Rohayah menjelaskan, sampah yang menumpuk didominasi sampah rumah tangga. Namun, ia memastikan tumpukan sampah itu bukan hanya berasal dari warga sekitar, melainkan juga dari pengguna jalan yang melintas dan membuang sampah sembarangan.
“Sampah rumah tangga tapi sampah liar bukan sampah warga sini aja. Dari mana aja jadinya orang buang,” jelasnya.
Selain menyempitkan ruas jalan, Rohayah menuturkan penumpukan sampah tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Pengendara yang melaju cukup kencang, terutama pada malam hari, sering kali terlambat menyadari keberadaan tumpukan sampah di badan jalan.
“Bau kadang timbul, terus picu ada kecelakaan motor yang lagi jalan kencang tidak tahu waktu malam-malam melihat sampah nabrak gitu,” tuturnya.
Terkait respons Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Rohayah mengaku sampah di lokasi tersebut pernah diangkut menggunakan kendaraan pengangkut berukuran besar.
Namun, karena volume sampah yang sudah terlanjur menumpuk, proses pengangkutan tidak tuntas dan masih menyisakan sampah dalam jumlah banyak.
“Kalau pemerintah sih sudah pernah ngangkut pakai mobil yang gede itu tapi kebanyakan sampah jadinya. Masih ada sisa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sebelum kondisi ini terjadi, pengangkutan sampah di TPS Jalan Kaliabang Ceger dilakukan secara rutin, yakni sekitar tiga kali dalam sepekan. Namun, sejak enam bulan terakhir, aktivitas pengangkutan tersebut tidak lagi dilakukan.
“Rutin kok pokoknya seminggu tiga kali rutin. Tapi semenjak enam bulan lalu ya begini belum diangkut,” ucapnya.
Rohayah mengaku belum mengetahui pasti penyebab sampah tersebut tak kunjung diangkut. Ia pun berharap petugas kebersihan segera turun tangan untuk membersihkan TPS agar lingkungan kembali bersih dan nyaman.
“Pengennya bersih aja cepat diangkut dan yang hilang bau,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)












