Bekasi  

Bongkar Mandiri Demi Fly Over Bulak Kapal, Yadi: Buat Kepentingan Masyarakat

Kota Bekasi - Yadi Oktaviadi (48). Warga yang telah menetap di Bekasi sejak 1976 itu mengaku ikhlas bangunan yang selama puluhan tahun dimanfaatkannya harus dibongkar demi proyek Flyover Bulak Kapal. Foto: Ist
Yadi Oktaviadi (48). Warga yang telah menetap di Bekasi sejak 1976 itu mengaku ikhlas bangunan yang selama puluhan tahun dimanfaatkannya harus dibongkar demi proyek Flyover Bulak Kapal. Foto: Ist

Kota Bekasi – Pembangunan fly over atau jalan layang di kawasan Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, tak hanya menjadi proyek infrastruktur semata. Bagi sebagian warga, proyek ini adalah harapan untuk mengurai kemacetan yang selama bertahun-tahun menghantui kawasan tersebut.

Salah satunya Yadi Oktaviadi (48). Warga yang telah menetap di Bekasi sejak 1976 itu mengaku ikhlas bangunan yang selama puluhan tahun dimanfaatkannya harus dibongkar demi proyek tersebut.

Bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai warung makan itu bahkan dibongkar secara mandiri sekitar sepekan lalu, sebelum dilakukan penertiban oleh petugas.

“Saya bongkar mandiri karena berharapnya proyek flyover ini dapat segera lebih cepat aja,” ujar Yadi di lokasi, Kamis (26/2/2026).

Ikhlas Meski Tanpa Ganti Rugi

Yadi menuturkan, bangunan yang ia gunakan berdiri sejak sekitar tahun 1980. Namun lahan tersebut bukan milik pribadi, melainkan milik Jasa Marga.

Sebelum pembongkaran, ia mengaku telah beberapa kali menerima surat peringatan dari Dinas Tata Ruang Kota Bekasi (Distaru). Dalam surat itu dijelaskan bahwa lahan akan dibebaskan untuk pembangunan fly over.

Karena berdiri di atas lahan milik Jasa Marga dan bukan tanah bersertifikat atas namanya, Yadi tidak menerima kompensasi.

“Sebelum bongkar sendiri saya dapat peringatan dulu dari Pemerintah, sesudah itu ada info akan dibangun fly over. Ya sudah saya inisiatif bongkar mandiri karena memang lahan ini ada di lahan Jasa Marga,” tuturnya.

Meski demikian, ia tak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, kompensasi memang diperuntukkan bagi pemilik lahan yang memiliki legalitas kepemilikan sah.

“Kalau bangunannya dibongkar saya juga tidak masalah, ini karena buat kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Fly Over Dinantikan Warga

Yadi menyebut kemacetan di Bulak Kapal kerap terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Karena itu, ia berharap pembangunan jalan layang bisa menjadi solusi nyata.

“Kalau macetnya memang luar biasa pagi atau jam kerja. Mudah-mudahan dengan adanya fly over ini macet di Kota Bekasi, khususnya di Bulak Kapal, bisa lebih berkurang,” katanya.

Progres Masuk Tahap Pembebasan Lahan

Diketahui, pembangunan Fly Over Bulak Kapal kini memasuki tahap pembebasan lahan. Pemerintah Kota Bekasi bersama instansi terkait mulai melakukan penertiban dan pembongkaran bangunan yang telah dibebaskan.

Pembongkaran menggunakan satu unit alat berat dilakukan di Jalan HM Joyo Martono sepanjang kurang lebih 150 meter.

Kepala Seksi Fasilitasi Insentif Disinsentif dan Pembongkaran Bangunan Distaru Kota Bekasi, Tarmuji, menyebut terdapat tiga bangunan yang dibongkar oleh petugas dan satu bangunan dibongkar mandiri oleh penghuni.

“Bangunan yang kami bongkar ini adalah yang sudah dibayarkan oleh pemerintah. Kalau yang belum dibayarkan, tentu tidak kami lakukan pembongkaran,” jelasnya.

Bangunan-bangunan tersebut sebelumnya dimanfaatkan untuk berbagai usaha, seperti toko, showroom, hingga warung makan.

Anggaran dan Target 2026

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sebelumnya menyampaikan bahwa Flyover Bulak Kapal menjadi bagian dari solusi mengatasi dua titik kemacetan utama di Kota Bekasi, yakni Bulak Kapal dan Bulan-Bulan.

Pemkot Bekasi menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk pembebasan lahan. Sementara pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan nilai proyek sekitar Rp256 miliar pada 2026.

Fly over ini direncanakan membentang hingga ke Jalan Pahlawan dan melintasi rel kereta api.

Bagi Yadi dan warga lainnya, proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan layang, melainkan harapan akan lalu lintas yang lebih lancar dan aktivitas yang tak lagi tersendat kemacetan harian.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *