Bekasi  

Sepekan Jelang Lebaran, Segini Harga Daging Sapi di Bekasi

Ilustrasi pedagang daging
Ilustrasi pedagang daging

Kabupaten Bekasi – Sepekan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, grafik harga pangan di Kabupaten Bekasi mulai menunjukkan tren “memanas”. Berdasarkan pantauan terbaru di UPTD Pasar Tambun pada Minggu (15/3/2026), harga daging sapi resmi merangkak naik menyentuh angka Rp140.000 per kilogram.

Kenaikan ini menjadi sinyal klasik tahunan di mana permintaan konsumsi warga meningkat tajam menjelang hari raya, meskipun pemerintah daerah terus berupaya melakukan intervensi pasar.

Rapor Harga di Pasar Tambun: Daging dan Ayam Kompak Naik

Data dari situs resmi Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi menunjukkan fluktuasi harga yang cukup terasa di Pasar Tambun pada hari ke-24 Ramadan ini. Daging sapi paha depan yang sebelumnya dibanderol Rp135.000, kini harus ditebus warga dengan harga Rp140.000 per kilogram.

Tak hanya daging sapi, komoditas protein lainnya seperti daging ayam ras juga mengalami kenaikan signifikan, dari semula Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas terpantau masih bertahan di angka tinggi namun stabil. cabai rawit merah masih “pedas” di harga Rp80.000/kg, telur ayam masih bertahan di angka Rp32.000/kg, sementara beras medium stabil di harga Rp14.000/liter.

Operasi Pasar Bersubsidi: Paket Rp90 Ribu Cukup Bayar Rp40 Ribu

Merespons kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perdagangan meluncurkan Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi). Sebanyak 3.447 paket sembako digelontorkan khusus untuk wilayah yang dinilai paling rentan terkena dampak fluktuasi harga, yakni Cikarang Utara dan Babelan.

Dalam program ini, warga cukup membayar Rp40.000 untuk satu paket sembako yang nilai aslinya mencapai Rp90.000. Selisih harga sebesar Rp50.000 ditanggung sepenuhnya oleh subsidi APBD Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Kapasitas kami terbatas, sehingga kami menggandeng pihak desa, RT, dan RW agar pendistribusian 1.700 paket di Cikarang Utara dan 1.747 paket di Babelan ini dilakukan secara adil dan merata,” jelas Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Disdag Kabupaten Bekasi, Helmy Yenti.

Satu paket Opadi tersebut berisi beras premium 3 kg, minyak Goreng Premium 1 liter, gula Pasir 1 kg dan tepung Terigu 1 kg.

Solusi Mandiri untuk Wilayah Lain

Bagi wilayah yang tidak mendapatkan jatah subsidi APBD, Pemkab Bekasi tetap menyelenggarakan Operasi Pasar Mandiri. Bedanya, di pasar mandiri ini komoditas dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Sebagai gambaran, minyak goreng yang di pasar dibanderol Rp19.000, di operasi pasar mandiri warga bisa membeli dengan harga HET sebesar Rp15.700,” tambah Helmy.

Langkah “keroyokan” antara subsidi dan stabilisasi harga sesuai HET ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat Bekasi agar tetap bisa merayakan lebaran dengan hidangan layak di meja makan, tanpa harus tercekik harga pasar yang kian melambung.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *