Kota Bekasi – Gelombang pergerakan pemudik di Terminal Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, mulai menunjukkan grafik peningkatan tajam.
Dalam kurun waktu sepekan terakhir, tercatat sebanyak 7.485 penumpang telah diberangkatkan menuju berbagai kota di Jawa dan Sumatera, menandakan tradisi “curi start” mudik tahun ini cukup masif.
Data yang dihimpun Dinas Perhubungan Kota Bekasi sejak Jumat (13/3/2026) hingga Selasa (17/3/2026) menunjukkan bahwa warga mulai menghindari potensi kemacetan parah yang diprediksi terjadi pada akhir pekan ini.
Ratusan Armada Dikerahkan, Puncak Awal di Hari Minggu
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dishub Kota Bekasi, Fajar Triawan, mengungkapkan bahwa ribuan pemudik tersebut diangkut menggunakan total 926 armada bus. Kepadatan paling tinggi sejauh ini terjadi pada akhir pekan lalu.
“Selama lima hari terakhir, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 7.485 penumpang. Puncak keberangkatan sejauh ini terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, dengan jumlah 1.836 penumpang dalam satu hari,” jelas Fajar, Rabu (18/3/2026).
Meskipun angka keberangkatan mendominasi, arus kedatangan di Terminal Bekasi juga terpantau sibuk. Tercatat ada 1.115 bus yang masuk membawa 3.413 penumpang pada periode yang sama, menunjukkan mobilitas dua arah yang cukup tinggi di gerbang timur Jakarta ini.
Analisis Lapangan: Strategi Menghindari Macet
Lonjakan yang terjadi sejak H-7 hingga H-3 (berdasarkan kalender Muhammadiyah) ini diduga kuat dipicu oleh beberapa faktor strategis yang terjadi di wilayah Bekasi pekan ini:
Pemberlakuan Potongan Tarif Tol: Diskon tarif tol hingga 46% di Trans Jawa mendorong masyarakat pengguna transportasi umum maupun pribadi untuk berangkat lebih cepat.
Kebijakan WFA ASN: Kebijakan Work From Anywhere bagi ASN administratif di lingkup Pemkot Bekasi turut melonggarkan waktu keberangkatan keluarga pegawai.
Antisipasi One Way: Pengoperasian sistem one way lokal dari KM 70 Jakarta-Cikampek membuat pemudik bus memilih keberangkatan sebelum skema tersebut permanen diberlakukan guna menghindari keterlambatan armada bus yang kembali dari arah Timur.
Kesiapan Fasilitas Terminal
Menghadapi tren yang terus mendaki, Dishub Kota Bekasi memastikan ketersediaan armada cadangan dan pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) terus dilakukan secara berkala.
Selain itu, pengamanan di area terminal diperketat guna mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencopetan atau peredaran obat keras ilegal yang baru-baru ini diungkap kepolisian di wilayah Kabupaten Bekasi.
Para calon penumpang diimbau untuk datang lebih awal dan memastikan tiket telah terpesan secara daring guna menghindari penumpukan di loket fisik terminal yang diprediksi akan semakin sesak dalam 48 jam ke depan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












