Bekasi  

Antisipasi Macet Arus Balik 2026, Pemkot Bekasi Siapkan Skenario One Way hingga Atur Ulang Lampu Merah

Kota Bekasi - Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto - Harris Bobihoe sedang berdiskusi saat momen Lebaran 1447 H/2026. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto - Harris Bobihoe sedang berdiskusi saat momen Lebaran 1447 H/2026. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai mematangkan “jurus jitu” untuk menyambut kepulangan para pemudik pada arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Sejumlah skema rekayasa lalu lintas disiapkan guna memastikan jalanan protokol di Kota Patriot tidak terkunci oleh lonjakan kendaraan.

Langkah-langkah yang disiapkan meliputi penerapan sistem satu arah (one way), contra flow, hingga pengaturan ulang durasi lampu lalu lintas (traffic light) di jalur arteri. Skema ini rencananya akan diterapkan secara fleksibel mengikuti denyut kemacetan di lapangan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat situasional. Menurutnya, kesiapan ini sangat krusial agar arus balik tetap terkendali dan tidak menimbulkan penumpukan yang parah di dalam kota.

“Saya rasa untuk di Kota Bekasi sendiri, kita sudah siapkan beberapa ruas jalan untuk implementasi rekayasa lalu lintas. Tentu sifatnya situasional melihat kondisi riil yang ada di lapangan,” ungkap Tri, Senin (23/3/2026).

Skenario Berlapis dan Penebalan Personel

Tri menjelaskan bahwa manajemen lalu lintas ini telah disusun dalam beberapa tahapan, mulai dari rencana awal hingga skenario darurat jika volume kendaraan meningkat drastis. Jika kondisi di jalur utama sudah “merah”, petugas akan mengambil langkah yang lebih intensif.

Beberapa poin utama strategi Pemkot Bekasi antara lain rekayasa arus dengan menerapkan one way dan contra flow di titik-titik krusial. Kemudian manajemen traffic light dengan mengatur ritme waktu pendek dan panjang pada lampu merah agar antrean kendaraan tidak mengular.

Penempatan ekstra petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di titik rawan macet juga akan dilakukan hingga penutupan jalan tertentu secara sementara jika terjadi kepadatan yang tidak terurai.

“Kami juga akan mengatur ritme waktu di traffic light agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang parah,” pungkas Tri Adhianto.

Dengan persiapan yang matang ini, Pemkot Bekasi berharap warga yang kembali dari kampung halaman bisa melintas dengan lebih lancar, aman, dan tentunya minim stres akibat macet.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *