Bekasi  

Dinkes Bekasi Perketat Skrining Pemudik dari Daerah Endemis

Kota Bekasi - Pengecekan kesehatan pemudik oleh Kemnaker. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Pengecekan kesehatan pemudik oleh Kemnaker. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Gelombang arus balik Lebaran 2026 tidak hanya membawa ribuan warga kembali ke Kota Bekasi, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang patut diwaspadai.

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kini menetapkan status siaga terhadap potensi masuknya penyakit menular, terutama Malaria, seiring membeludaknya pendatang di titik-titik transportasi utama.

Terminal Induk Bekasi dan Terminal DAMRI Kayuringin menjadi fokus utama pengawasan. Ribuan orang yang datang dari berbagai pelosok Nusantara dipantau ketat, terutama mereka yang menempuh perjalanan dari wilayah-wilayah yang masih tergolong endemis malaria.

Deteksi Dini di “Pintu Gerbang” Kota

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, menegaskan bahwa mobilitas tinggi pascamudik merupakan faktor risiko nyata. Sebagai langkah preventif, Dinkes menerjunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan langsung di lokasi kedatangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini kasus malaria guna mencegah potensi penularan di wilayah Kota Bekasi,” ujar Satia, Kamis (26/3/2026).

Skrining menyasar warga yang menunjukkan gejala klinis atau mereka yang secara spesifik memiliki riwayat perjalanan dari daerah rawan. Langkah “jemput bola” ini diambil agar kasus tidak sempat menyebar ke pemukiman padat penduduk di Bekasi.

Instruksi Siaga untuk Puskesmas dan RS

Tidak hanya di terminal, “benteng” pertahanan kesehatan juga diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Dinkes telah menginstruksikan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Bekasi untuk meningkatkan Kewaspadaan Dini (KDR).

Petugas medis diminta lebih jeli mendeteksi gejala demam pada pasien. “Kami mengimbau kepada seluruh fasyankes untuk sigap terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada malaria,” tambah Satia. Hal ini krusial mengingat gejala awal malaria seringkali menyerupai demam biasa atau flu, sehingga rawan terabaikan oleh masyarakat.

Fenomena Rutin, Tantangan Baru

Sebagai kota penyangga Jakarta, Bekasi selalu menjadi magnet bagi kaum urban pasca-Lebaran. Namun, tahun 2026 ini tantangan kesehatan menjadi lebih kompleks karena pola penyebaran penyakit yang semakin dinamis.

Dinkes mengingatkan bahwa peran aktif warga adalah kunci. Masyarakat yang baru kembali dari kampung halaman diimbau untuk jujur mengenai riwayat perjalanannya saat berobat. Jika mengalami demam, menggigil, atau sakit kepala hebat setelah menempuh perjalanan luar daerah, warga diminta segera melapor ke Puskesmas terdekat.

Langkah preventif ini diharapkan mampu membendung “impor” kasus penyakit menular, sehingga euforia kembali bekerja di Kota Bekasi tidak terganggu oleh kemunculan wabah yang bisa dicegah sejak dini.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *