Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait video viral yang menyinggung keberadaan kru asal India di kapal pengangkut minyak mentah, Gamsunoro.
Kabar tersebut sempat memicu kekecewaan di kalangan pelaut domestik karena dianggap tidak memberdayakan tenaga kerja lokal.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa keberadaan kru asing di kapal tersebut berkaitan erat dengan status operasional kapal yang sedang melayani pasar global.
Mekanisme Sewa Internasional
Vega menyebutkan bahwa Kapal Gamsunoro saat ini sedang dalam posisi disewa oleh pihak ketiga untuk melayani rute internasional di kawasan Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika.
Dalam industri pelayaran global, merupakan praktik lazim bagi pihak penyewa (charterer) atau manajemen kapal untuk mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi internasional dan standar operasional mereka.
“Kerja sama ini dilakukan guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah global. Pihak ketiga yang menyewa kapal tersebut mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi internasional yang ketat,” ujar Vega dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).
94% Masih Pelaut Indonesia
Menanggapi isu “dominasi asing”, PIS membeberkan data aktual mengenai penyerapan tenaga kerja pelaut nasional di lingkungan Pertamina Group. Faktanya, mayoritas kru yang mengawaki armada Pertamina tetap didominasi oleh talenta dalam negeri.
Berdasarkan data perusahaan per April 2026 total ABK WNI berkisar 4.090 orang (94%). Sementara total ABK WNA berjumlah 278 orang (6%).
“Operasional kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen. Kami tetap berkomitmen terhadap talenta dalam negeri sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi pelaut nasional di kancah global,” tegas Vega.
Sebagai Sub Holding Pertamina yang berfokus pada angkutan maritim internasional, PIS terus berupaya memperkuat daya saing untuk menjadi motor devisa negara. Langkah menggandeng manajemen internasional di beberapa armada tertentu dipandang sebagai strategi untuk menyerap standar operasional dunia agar pelaut Indonesia nantinya semakin kompetitif di pasar mancanegara.
Dengan klarifikasi ini, pihak Pertamina berharap masyarakat dan para pelaut nasional memahami bahwa keberadaan kru asing di Kapal Gamsunoro merupakan bagian dari dinamika bisnis charter internasional dan bukan merupakan kebijakan permanen untuk mengganti peran pelaut lokal secara keseluruhan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












