Bekasi  

Datang ke Bekasi, Zulhas Ungkap 1.708 Operasional Unit SPPG Dihentikan

Zulhas menekankan bahwa program ini merupakan misi besar untuk mengubah peradaban Indonesia melalui pemenuhan gizi 82,9 juta anak. Oleh karena itu, faktor keamanan pangan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana di dampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto usai meresmikan SPPG Pemuda Muhammadiyah Bekasi di Margahayu, Bekasi Timur, Selasa (21/4/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana di dampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto usai meresmikan SPPG Pemuda Muhammadiyah Bekasi di Margahayu, Bekasi Timur, Selasa (21/4/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkap langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 1.708 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia karena dinilai nakal dan tidak memenuhi standar prosedur.

Hal ini ditegaskan Zulhas usai meresmikan SPPG Pemuda Muhammadiyah Bekasi di Margahayu, Bekasi Timur, Selasa (21/4/2026).

Zulhas menekankan bahwa program ini merupakan misi besar untuk mengubah peradaban Indonesia melalui pemenuhan gizi 82,9 juta anak. Oleh karena itu, faktor keamanan pangan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah perbaikan yang lebih keras. Ada 1.708 unit yang ditutup karena tidak sesuai standar. Satu pun tidak boleh ada masalah karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegas Zulhas di hadapan awak media.

Berita Bekasi Lainnya  Pengurusan SIM dan KTP di Bekasi Kini Wajib Pakai Surat Vaksin

Ia juga meminta masyarakat dan pihak sekolah untuk tidak hanya curhat di media sosial jika menemukan kendala, melainkan melapor langsung ke call center resmi agar bisa ditindaklanjuti secara instan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, merinci bahwa dari total 26.800 unit SPPG yang tersebar secara nasional, ribuan di antaranya terpaksa di-skors karena mengabaikan aspek sanitasi.

Beberapa poin pelanggaran fatal meliputi SPPG yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan belum terdaftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Angkanya dinamis, saat ini 1.708 yang disuspen, tapi dalam seminggu dua minggu bisa berubah seiring perbaikan yang mereka lakukan,” urai Dadan.

Peresmian SPPG di lingkungan kampus dan organisasi kepemudaan di Bekasi ini diharapkan menjadi role model.

Berita Bekasi Lainnya  Kakorlantas Polri Tinjau Tol Jakarta-Cikampek untuk Persiapan Operasi Ketupat Lebaran 2025

Dengan melibatkan akademisi dan pemuda, SPPG tidak hanya menjadi dapur umum, tetapi juga pusat pembelajaran gizi bagi masyarakat sekitar.

Program ini menyasar kelompok rentan secara luas, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar SMA.

Kehadiran SPPG di pemukiman padat seperti di Bekasi Timur diharapkan mampu memastikan distribusi gizi tepat sasaran tanpa mengesampingkan standar kesehatan yang ketat.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *