Bekasi  

Plt Bupati Bekasi Bakal Kumpulkan 11 Pengelola Kawasan, CSR Harus Fokus Bangun Infrastruktur

Pertemuan itu bertujuan untuk memetakan arah kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari ribuan perusahaan agar lebih terarah dan transparan.

Bekasi - Plt Bupati Bekasi Aset Surya Atmaja saat melakukan kunjunga kerja ke PT SGMW Motor di Kawasan GIIC, Deltamas, Sukamahi, Cikarang Pusat
Plt Bupati Bekasi Aset Surya Atmaja saat melakukan kunjunga kerja ke PT SGMW Motor di Kawasan GIIC, Deltamas, Sukamahi, Cikarang Pusat, Selasa (21/4/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja dalam waktu dekat berencana mengumpulkan perwakilan dari sedikitnya 11 kawasan industri yang ada di wilayahnya.

Pertemuan itu bertujuan untuk memetakan arah kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari ribuan perusahaan agar lebih terarah dan transparan.

“Nanti kita akan rapatkan bersama pengelola kawasan, tokoh masyarakat, dan media, supaya arah CSR ini jelas dan tepat sasaran,” kata dia, dikutip Rabu (22/4/2026).

Asep menegaskan bahwa ke depan, CSR tidak boleh lagi hanya bersifat seremonial, melainkan harus diprioritaskan untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

Menurutnya, harius ada keselarasan antara kebutuhan masyarakat dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Berita Bekasi Lainnya  Sehari, Pemakaman Jenazah Covid di Kota Bekasi Sampai 118 Orang

“Ke depan kita ingin CSR lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Ini penting agar manfaatnya bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” tegas Asep di sela kunjungannya ke pabrik PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) di Kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Selasa (21/4/2026).

Di sisi lain, Asep menjamin bahwa Pemkab Bekasi akan tetap memberikan ruang bagi para investor melalui kemudahan perizinan.

Hal ini dilakukan guna menjaga iklim investasi tetap kondusif sehingga perusahaan merasa nyaman untuk terus berkontribusi bagi pembangunan Bekasi.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Ida Farida, turut menekankan pentingnya sinkronisasi data antara perusahaan dan pemerintah daerah.

Menurutnya, pemanfaatan CSR harus dipilah secara teliti agar tidak terjadi duplikasi anggaran dengan APBD.

Berita Bekasi Lainnya  Dua Anak Diduga Tenggelam di Kali Bekasi, Tim SAR Lakukan Pencarian

“Harus jelas mana yang didanai CSR dan mana yang dari APBD. Ini perlu dibahas bersama lintas perangkat daerah agar tepat guna,” ujar Ida.

Sejauh ini, Ida menilai perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi cukup kooperatif, baik dalam dukungan program maupun pelaporan data ketenagakerjaan.

Dengan penguatan fokus pada infrastruktur ini, Pemkab Bekasi optimistis wajah infrastruktur di sekitar kawasan industri maupun pemukiman warga akan mengalami peningkatan signifikan melalui dukungan dunia usaha.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *