Bekasi — Kemacetan di kawasan Kalimalang, Kota Bekasi, diperkirakan masih akan terjadi selama proses pembangunan jembatan berlangsung. Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow di titik proyek.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar mengatakan, manajemen lalu lintas sudah diterapkan guna meminimalisasi antrean kendaraan, terutama saat jam sibuk.
“Sudah dilakukan manajemen lalu lintas di titik tersebut, salah satunya dengan sistem contra flow. Jalur yang tadinya hanya satu arah digunakan menjadi dua jalur,” kata Zeno.
Menurut dia, Dishub juga menempatkan hampir 20 personel di lokasi proyek untuk membantu pengaturan arus kendaraan. Secara keseluruhan, sekitar 300 petugas Dishub disiagakan rutin setiap hari di berbagai titik Kota Bekasi.
Zeno menjelaskan, kepadatan lalu lintas paling parah biasanya terjadi pada pagi dan sore hari, yakni pukul 06.00 hingga 08.00 WIB serta pukul 16.00 sampai 19.00 WIB.
“Sekitar 60 hari kerja penerapannya. Untuk detail pelaksanaan proyek bisa dikonfirmasi ke pelaksana proyek, namun kami membantu dari sisi pengaturan dan edukasi lalu lintas,” ujarnya.
Selain dampak proyek pembangunan, Dishub juga mencatat munculnya sejumlah titik kemacetan baru di Kota Bekasi akibat pertumbuhan kawasan perdagangan dan jasa.
“Dalam rencana kerja sebelumnya ada 24 titik, sekarang menjadi 29 titik kemacetan baru. Kami menyebutnya bangkitan dan tarikan perjalanan baru,” ucap Zeno.
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut juga menjadi indikator tumbuhnya ekonomi di Kota Bekasi.
“Kami melihatnya dari sisi positif karena munculnya bangkitan dan tarikan ini juga menandakan adanya pertumbuhan ekonomi baru,” tutupnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












