Bekasi  

Daya Tampung SMAN di Bekasi Kritis, Satu Kelas Terpaksa Dipadati hingga 46 Siswa

Bekasi - Ilustrasi pelajar di ruang kelas. Foto: AI for Gobekasi.id.
Ilustrasi pelajar di ruang kelas. Foto: AI for Gobekasi.id.

Bekasi – Ketidakseimbangan akut antara ledakan jumlah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan ketersediaan ruang kelas memaksa sejumlah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Bekasi melanggar batas ideal rombongan belajar.

Demi mengakomodasi tingginya animo masyarakat, sekolah negeri terpaksa menampung hingga 46 siswa dalam satu kelas, jauh melampaui standar nasional yang dipatok 36 siswa.

Langkah pemadatan ini terpaksa diambil lantaran infrastruktur SMAN di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini belum sanggup menyerap bahkan 40 persen dari total lulusan yang ada.

Padahal grafik angka kelulusan SMP/MTs di Kabupaten Bekasi terus merangkak naik, menyentuh angka 63.000 hingga 64.000 siswa per tahun.

“Sekolah negeri masih kurang dibanding jumlah lulusan SMP dan MTs. Yang bisa masuk SMA Negeri itu hanya di bawah 40 persen karena keterbatasan jumlah sekolah, padahal masyarakat umumnya menginginkan bersekolah di sana,” ujar Kepala Subbagian Aset Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III Jawa Barat, Sutisna, Kamis (2/7/2026).

Sutisna tidak menampik bahwa kebijakan memadatkan ruang kelas ini menabrak regulasi teknis Kementerian Pendidikan. Sesuai aturan standar pelayanan minimal, satu kelas idealnya hanya diisi maksimal 36 siswa demi menjaga efektivitas belajar-mengajar.

Namun, situasi di lapangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026 ini memaksa otoritas pendidikan mengambil jalan pintas darurat daripada membiarkan ribuan anak putus sekolah atau terganjal biaya di sekolah swasta.

“Sekolah sudah berupaya maksimal menampung hingga 42 sampai 46 siswa demi mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” kata Sutisna menandaskan.

Kondisi kelas yang kelebihan muatan (overcapacity) ini dikhawatirkan bakal mengorbankan kenyamanan siswa serta menurunkan mutu penyerapan materi pelajaran.

KCD Wilayah III Jabar berharap potret krisis daya tampung yang berulang setiap tahun ini menjadi alarm keras bagi Pemprov Jabar untuk segera mempercepat pembangunan unit sekolah baru (USB) dan penambahan ruang kelas baru (RKB) di kawasan penyangga ibu kota tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *