# Go-News

Bahaya Suspect Virus Corona, Imigrasi Catat Ada 1.685 WNA China di Bekasi

Bahaya Suspect Virus Corona, Imigrasi Catat Ada 1.685 WNA China di Bekasi
Ilustrasi TKA China

Suspect virus corona nampaknya semakin berbahaya. Sampai hari ini, Senin (3/2/2020) jumlah kematian akibat corona di China terdapat 361 orang. Angka ini termasuk 57 kematian terbaru yang terjadi dalam tempo 24 jam terakhir.

Kantor Imigrasi Non TPI Bekasi mulai mewanti-wanti keberadaan Warga Negara Asing (WNA) asal China yang masuk ke Bekasi. Pihak Imigrasi juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dari wabah mematikan itu.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Danis Paskah menyebutkan jika di Bekasi terdapat 1.685 WNA asal negeri tirai bambu itu. Mereka melakukan aktifitasnya sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Dari 1.686 orang, yang izin tetap tinggal sebanyak enam orang. Sisanya hanya izin tinggal terbatas,” kata Danis, Senin (3/2/2020) di kantornya, Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi kepada gobekasi.id.

Menurutnya, selain izin tetap, ribuan warga Tiongkok yang berada di Bekasi dengan sistem terpusat. Mereka hanya mutasi izin tinggal karena lintas bandara. kehadirnnya di Indonesia pun dilakukan pengecekan ketat oleh pihak karantina yanga da di bandara.

“Mereka disediakan mesin alat tubuh, dibawa ke pos kesehatan sebelum berlabuh ke Bekasi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati mengatakan hingga samapi saat ini belum ditemukan wabah virus corona di wilayahnya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit yang ada.

“Sejauh ini insyaallah aman, kita sudah menyampaikan tata laksana kasus ke seuma rumah sakit di Kota Bekasi,” ujar dia.

Meski masih tergolong aman, kata Dezy, Dinkes juga terus melakukan antisipasi penyebaran virus corona yang menjadi ke khawatiran masyarakat luas. Pihaknya juga mewanti-wanti penyebaran penyakit pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya dengan memperketat pengawasan di ruamh sakit dan puskesmas.

(YUN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top