# Go-News

Cegah Corona, Masjid Al Barkah Desinfektan Cairan Disinfectant Sebelum Ba’dah Jumat

Cegah Corona, Masjid Al Barkah Disemprot Cairan Disinfectant Sebelum Ba'dah Jumat
Cegah Corona, Masjid Al Barkah Disemprot Cairan Disinfectant Sebelum Ba'dah Jumat

Masjid Agung Al-Barkah di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi disemprot cairan desinfektan spray. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 atau Virus Corona yang telah masuk ke tanah air.

Penyemprotan itu di komandoi langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko dan Dandim 05/07Bks Kolonel Infranti Rama Pratama.

Tiga pimpinan instansi itu menyisir seluruh sudut masjid yang digunakan untuk Salat Jumat. Cairan desinfektan tersebut diyakini dapat menseterilkan peralatan di masjid yang tersentuh manusia. Diantaranya gagang pintu, mimbar, karpet serta tempat wudhu.

“Ini sebagai wujud antisipasi saja, makanya dilakuka langkah pencegahan virus Corona ini di mulai dari Masjid Al Barkah karena hari ini bertepatan dengan salat jumat,” kata Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto, Jumat (13/3/2020) di lokasi.

Menurut Tri, langkah penyemprotan cairan desinfektan tersebut menyusul dinyatakannya efidemi oleh World Health Organization (WHO). Dimana WHO merupakan organisasi kesehatan dunia.

“Kita yakin proses yang sudah dilakukan di Masjid Al Barkah sudah memenuhi kaedah di dalam rangka memberikan kenyamanan para jamaah,” imbuhnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota saat melakukan penyemprotan cairan disinfectant spray

Usai dari Masjid Al Barkah, Tri berencana melakukan penyemprotan desinfektan di Stasiun Bekasi. Fasilitas publik tersebut dirasakan sebagai tempat yang rawan penyebaran virus Corona. Lebih dari 120 ribu perhari penumpang Commuter Line datang ke Stasiun Bekasi.

“Kita nanti sore akan coba stasiun kereta api Bekasi karena di sana cukup besar tempat berkumpulnya penumpang yang datang atau pergi, ini menjadi satu titik yang kemudian menjadi potensi penyebaran virus Corona,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menyebut bahwa saat ini terdata sebanyak 30 orang terduga suspek Corona. Namun, dari keseluruhan belum dinyatakan positive corona.

“Masih dalam penanganan dan pemantauan. 30 orang itu masih dalam tahapan terduga, nanti kami informasikan lagi,” katanya, Rabu (11/3/2020) di Plaza Pemkot Bekasi.

Adapun rincianya dari total 30 ialah, Pasien Dalam pengawasan (PDP) sebanyak 3, selesai PDP sebanyak 6 orang. Selain itu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 5 orang, pasien yang sudah dipantau sebanyak 16 orang.

(YUN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top