# Go-News

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Terancam Pidana 5 Tahun

Ahli waris pemilik Kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Tarum Barat Nomor 28 Kalimalang, Kampung Binong RT 002 RW 001 Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat menyegel tanah dan bangunan kantor dengan memasang spanduk pemberitahuan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Soleman terancam hukuman pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan menyusul dugaan tindak pidana pemukulan yang dilakukan dirinya bersama beberapa orang lainnya saat insiden perebutan hak kepemilikan Kantor DPC PDI Perjuangan setempat beberapa hari lalu.

Salah satu ahli waris tanah dan bangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Yudhi Darmansyah di Cikarang, Senin mengatakan insiden pengeroyokan itu bermula saat pihaknya mendatangi kantor DPC untuk melakukan mediasi dengan pengurus partai.

“Kejadian itu Hari Kamis, 7 Mei 2020. Awalnya saudara saya berinisial IW yang juga salah satu ahli waris sedang mempertahankan haknya, lalu terjadi pemukulan oleh beberapa orang yang keluar dari kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi yang salah satunya adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi bernama Soleman,” ungkapnya.

Atas insiden pemukulan itu korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Metro Bekasi dengan surat laporan nomor: LP/417/266/-SPKT/K/V/2020/ Restro Bekasi.

Laporan korban juga dilengkapi hasil visum et repertum yang dikeluarkan oleh dokter pada Rumah Sakit Annisa Lemah Abang, Cikarang Utara tertanggal 7 Mei 2020.

“Hasil visum sudah dipegang penyidik Polres Metro Bekasi. Kami melaporkan dugaan tindak pidana terkait kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama, Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara,” ucapnya.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum untuk segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan melakukan penangkapan dan penahanan para terduga pelaku.

“Karena perbuatan tersebut telah memenuhi syarat objektif dan setelah kejadian itu kami merasa terancam,” katanya.

Yudhi juga menegaskan pelaporan yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi ke Polres Metro Bekasi terkait dugaan tindak pidana ringan berupa perusakan barang oleh salah satu ahli waris adalah sebuah kekeliruan.

“Karena jelas tidak memenuhi unsur tindak pidana mengingat tanah dan bangunan tersebut adalah milik ahli waris dan istri Almarhum Haji Sarbini bin Nairan sendiri,” kata dia.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Hendra Gunawan membenarkan adanya laporan yang dimaksud kepada pihaknya.

“Kami sedang tindaklanjuti laporan ini dengan melakukan penyelidikan. Belum bisa beri keterangan banyak karena penyelidikan masih berjalan,” kata Hendra.

(MYA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top