Cegah Varian Omicron, Ribaun Petugas Diterjunkan Saat Nataru di Bekasi

  • Bagikan
Melanggar PSBB, 17.371 Orang Diberi Teguran Tertulis
Melanggar PSBB, 17.371 Orang Diberi Teguran Tertulis

Memperketat aktivitas warga saat libur Natal dan Tahun baru (Nataru), Polres Metro Bekasi Kota menyiagakan 1.510 petugas. Selain itu, menyiapkan Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) untuk memastikan keamanan hingga protokol kesehatan.

Pemerintah Kota Bekasi diminta kembali menggencarkan testing dan tracing pada masyarakat dengan riwayat kontak erat kasus. Hal ini setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kasus pertama varian baru B.1.1.529 atau Omicron telah terdeteksi di Indonesia.

Pada periode Nataru nanti, Polres Metro Bekasi Kota mencatat pengamanan dilakukan di 20 gereja, 76 titik yang diperkirakan menjadi pusat keramaian. Sedangkan lokasi yang diprediksi akan menjadi lokasi perayaan tahun baru sebanyak 14 titik.

Selama periode Nataru, total 10 pos yang terdiri dari Posyan dan Pospam akan didirikan. Total ada 1.510 petugas yang akan berjaga, diantaranya terdiri dari kepolisian, unsur pemerintah, dan TNI yang akan disiagakan di beberapa titik untuk menjaga aktivitas Nataru di Bekasi.

”Posyan ada dua, di Stasiun KA bulan-bulan dan Posyan Mega Mall bekasi Barat, untuk Pospam ada 8 Pospam,” kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, Senin (20/12/2021).

Di Pos Pelayanan, petugas akan memeriksa pelaku perjalanan, memastikan masyarakat sudah memiliki hasil tes bebas Covid-19, serta Prokes dijalankan dengan baik.

Jika ditemukan masyarakat belum memiliki hasil tes bebas Covid-19, maka dilakukan tes di lokasi.

”Kita lihat nanti pokoknya pada saat pemeriksaan Prokesnya sudah siap, kemudian kita cek PCR tes nya, kalau sudah lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mengimbau kepada warganya untuk menahan diri pada periode Nataru untuk tetap menjaga penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi tidak memburuk dan tetap aman dari wabah corona.

Namun, jika di perjalanan warga tetap berkeinginan bergerak ke luar Kota Bekasi, warga diminta untuk memiliki kesadaran penuh memastikan kondisi kesehatannya dalam keadaan baik, tidak terpapar virus.

Ia mengimbau agar masyarakat melakukan penguatan terhadap penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan dengan pendekatan 5M. Penguatan 5M juga diikuti dengan penguata 3T dalam melakukan optimalisasi pencegan penyebaran virus Covid-19 di Hari Raya Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kota Bekasi.

(Mochamad Yacub Ardiansyah)

  • Bagikan