Bekasi  

Tutik Anitasari, Ibu Muda yang Pergi Meninggalkan Balita 16 Bulan dalam Tragedi KRL di Bekasi Timur

Tutik, yang akrab disapa Nita oleh para tetangganya, dikenal sebagai ibu muda yang mandiri.

Bekasi - Tutik Anitasari (31), menjadi korban dalam tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Ia dikebumikan di Dusun Dawe, Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Rabu (29/4/2026). Foto: Radar Solo
Tutik Anitasari (31), menjadi korban dalam tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Ia dikebumikan di Dusun Dawe, Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Rabu (29/4/2026). Foto: Radar Solo

Bekasi – Suasana duka menyelimuti Kompleks Depsos, Kelurahan Telaga Asih, Cikarang Barat. Salah satu warga terbaiknya, Tutik Anitasari (31), menjadi korban dalam tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepergian sosok pekerja keras ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi putri kecilnya yang baru berusia 16 bulan.

Tutik, yang akrab disapa Nita oleh para tetangganya, dikenal sebagai ibu muda yang mandiri.

Setiap harinya, ia harus menempuh perjalanan jauh dari Stasiun Metland Telaga Murni menuju Tebet, Jakarta Selatan, demi menjalankan profesinya sebagai staf di sebuah pusat kecantikan.

“Ia memiliki satu orang anak perempuan yang usianya sekitar satu tahun lebih. Orangnya sangat ramah, selalu menyapa setiap kali bertemu di jalan,” kenang Suprapto, salah satu tetangga korban, Rabu (29/4/2026).

Berita Bekasi Lainnya  Timezone Luncurkan Venue Kedua di Summarecon Mall Bekasi Hadirkan NextGen Experience Dengan Games Terbaru

Kenangan pilu diungkapkan oleh Sri Untung, tetangga yang sempat melihat Tutik pada hari Minggu (26/4/2026), sehari sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

Sri melihat ada perubahan sikap pada diri Tutik yang terlihat lebih pendiam dari biasanya.

“Waktu itu dia duduk di depan warung saya, terus mencium anaknya berkali-kali, seolah-olah tak ingin berpisah. Sampai tetangga lain sempat berkomentar karena lihat dia terus-terusan mencium anaknya,” tutur Sri dengan nada bergetar.

Tak disangka, momen haru tersebut menjadi salam perpisahan terakhir Tutik kepada sang putri dan keluarganya. Senin malam (27/4/2026), Tutik menjadi salah satu korban jiwa saat gerbong khusus perempuan yang ia tumpangi dihantam kereta jarak jauh saat sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Berita Bekasi Lainnya  Ridwan Kamil: Pilwabup Bekasi Diulang!

Tutik dan suaminya, Aji, baru membangun biduk rumah tangga pada akhir 2024 lalu.

Selama ini, mereka tinggal bersama orang tua sang suami di sebuah rumah kontrakan di Blok D3, Kompleks Depsos.

Di mata warga, Tutik adalah sosok sopan yang sangat menghargai waktu libur singkatnya untuk sepenuhnya mengurus anak.

Setelah sempat ditangani di RS Polri Kramat Jati, jenazah Tutik telah dipulangkan ke rumah duka pada Selasa malam.

Pada Rabu pagi, pihak keluarga memutuskan untuk membawa almarhumah ke kampung halamannya di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.

Kepergian Tutik menambah panjang deretan kisah memilukan dari tragedi Bekasi Timur, meninggalkan seorang anak yang kini harus tumbuh besar tanpa dekapan hangat sang ibu.

Berita Bekasi Lainnya  20 Bulan Diburu Polisi, Dua dari Enam Pelaku Pengeroyokan Remaja di Tambun Ditangkap

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *