Bekasi – Aktivitas truk pengangkut material tanah untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Folder Ciketing Udik, Bantargebang, dikeluhkan warga.
Debu yang beterbangan di sepanjang Jalan Pangkalan 5, Kelurahan Cikiwul, disebut memicu gangguan kesehatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku mengalami batuk, gatal-gatal, hingga sesak napas akibat paparan debu yang terus muncul setiap hari. Kondisi tersebut dinilai semakin parah saat cuaca panas karena debu lebih mudah beterbangan ke permukiman dan tempat usaha warga.
Rinto (60), pemilik usaha tambal ban di sekitar lokasi, mengatakan kini dirinya selalu menggunakan masker saat beraktivitas. Menurutnya, debu dari tanah yang berjatuhan di jalan terus menumpuk dan membuat lingkungan menjadi kotor.
“Kalau mau keluar rumah harus pakai masker. Debunya sudah banyak banget, kalau terhirup jadi batuk-batuk,” ujar Rinto, Kamis (25/6/2026).
Ia mengaku harus menyapu tempat usahanya berkali-kali dalam sehari karena debu terus masuk ke area tambal ban.
“Sehari bisa disapu sampai 15 kali. Badan juga jadi gatal karena debunya. Rasanya risih karena selalu kotor,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Tia (41), pedagang makanan di sekitar jalur truk proyek. Ia mengaku gangguan pernapasan mulai banyak dirasakan warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
“Banyak yang sakit. Anak-anak, bahkan bayi, banyak yang sesak napas,” ujarnya.
Tak hanya itu, Tia juga mengaku sering mengalami gatal-gatal setelah seharian berjualan di tengah paparan debu.
“Kalau malam badan jadi gatal. Kena keringat bercampur debu, pulang kerja langsung mandi,” ucapnya.
Menurut Tia, warga sebenarnya telah menyampaikan keluhan melalui pengurus RT dan RW agar diteruskan kepada pemerintah maupun pihak pelaksana proyek. Namun hingga kini, penanganan dinilai belum sepenuhnya mengatasi persoalan debu.
Sementara itu, Yano (50), pekerja di sekitar Jalan Pangkalan 5, juga mengaku sempat mengalami sesak napas akibat terlalu lama berada di area terdampak debu.
“Sampai harus pakai masker takut debunya terisap. Mau makan juga susah karena makanan cepat bercampur debu,” ungkapnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













