Bekasi  

Aplikasi Bebunge Layani 50 Ribu Calon Siswa Selama SPMB SMP di Kabupaten Bekasi

Kota Bekasi - Ilustrasi SPMB
Ilustrasi SPMB

Bekasi – Gerbang pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bekasi resmi ditutup.

Sepanjang masa pendaftaran Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut, infrastruktur digital milik pemerintah daerah, aplikasi Bebunge (Bekasi Nyambung Bae), sukses melayani sebanyak 50.702 calon peserta didik secara penuh daring (full online).

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum, memaparkan bahwa konstelasi persaingan tahun ini didominasi oleh pendaftar yang mengandalkan jarak rumah ke sekolah.

“Pendaftar Jalur Domisili mencapai angka tertinggi dengan 29.476 orang. Disusul kemudian oleh Jalur Afirmasi sebanyak 9.698, Jalur Prestasi Akademik 8.725, Jalur Prestasi Nonakademik 1.822, dan Jalur Mutasi sebanyak 981 pendaftar,” urai Bahrul Ulum, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan draf rincian data akhir yang dihimpun dari dasbor Bebunge, dari total puluhan ribu pendaftar.

Berkas erverifikasi sebanyak 20.132 berkas. Pendaftar yang dinyatakan di terima mencapai 10.948 peserta, sementara yang tidak diterima (Gugur Seleksi Nilai/Jarak) 9.813 peserta, ditolak (Tidak Memenuhi Syarat Administrasi) 8.362 pendaftar.

Tingginya angka penolakan berkas (8.362 pendaftar) menunjukkan bahwa validasi administrasi, seperti kecocokan Kartu Keluarga (KK) dan dokumen penunjang lainnya, diperiksa secara ketat oleh sistem penapis di aplikasi sebelum masuk ke tahap perankingan.

Seluruh dinamika pergeseran angka pendaftaran dan verifikasi tersebut tersaji secara real-time dan transparan. Langkah pemusatan sistem ke dalam aplikasi Bebunge ini diklaim mempermudah pos pengawasan internal dinas untuk memitigasi potensi kecurangan serta mempercepat pengambilan keputusan taktis di lapangan.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menambahkan bahwa transformasi digital PPDB ini dirancang murni untuk memangkas rantai birokrasi konvensional yang melelahkan bagi orang tua murid.

“Digitalisasi ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah tanpa harus berulang kali datang dan mengantre di sekolah tujuan. Cukup memantau lewat gawai, semua proses evaluasi berkas bisa terlihat transparan,” pungkas Yan Yan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *