Kota Bekasi – Ekshibisi Ekshibisi Beladiri Tsufuk Indonesia ke-XXI resmi digelar di Pusdiklat Dewan Da’wah Bekasi pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Ajang tahunan ini diikuti 463 peserta dari berbagai lembaga dan daerah di Indonesia, menjadikannya salah satu kegiatan pembinaan terbesar dalam sejarah penyelenggaraan Tsufuk.
Panitia menyebutkan, ekshibisi kali ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni Turgul—tanding berdasarkan usia dan berat badan—serta Koreografi Jurus yang menitikberatkan pada kreativitas dan kekompakan dua hingga tiga peserta. Selain aspek kompetisi, kegiatan ini diklaim berorientasi pada pembinaan karakter.
“Ekshibisi Tsufuk Indonesia diharapkan terus menjadi wadah pembinaan generasi yang kuat secara fisik, matang secara mental, dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman,” kata panitia dalam keterangan tertulis dikutip, Sabtu (14/2/2026).
Secara keseluruhan, pertandingan menghasilkan 32 juara I, 30 juara II, dan 34 juara III, dengan total akumulasi 190 poin juara. Sekolah Islam Terpadu Al Ittihad Ciampea Bogor keluar sebagai juara umum setelah meraih 9 juara I, 7 juara II, dan 8 juara III. Kontingen Bogor itu mencatatkan 24 pemenang dengan total 49 poin atau 31 persen dari keseluruhan poin yang diperebutkan.
Posisi kedua ditempati Dewan Dakwah Indonesia dengan 26 poin, hasil dari 2 juara I, 6 juara II, dan 8 juara III dari 162 peserta yang diturunkan. Sementara peringkat ketiga diraih Bunyan Indonesia dengan 23 poin melalui 4 juara I, 4 juara II, dan 3 juara III.
Sejumlah lembaga lain turut mencatatkan prestasi, antara lain Mako Sigab Persis Kota Bekasi (7 poin), Al Amanah Ciracas (7 poin), Al Adzkar Tangerang Selatan (7 poin), SDIT Latahzan (6 poin), Mimbar Huffazh Karawang (5 poin), serta Markaz Qur’an Jakarta Timur (5 poin).
Beberapa lembaga bahkan mencatatkan persentase kemenangan 100 persen, di antaranya Cordova Samarinda, Universitas Mulawarman, Jakarta Islamic Centre, Jati Asih Bekasi, serta SDIT Ash-Shiddiqiyah Tangerang Selatan. Capaian tersebut diraih meski jumlah peserta yang diturunkan relatif terbatas.
Jejak dan Transformasi Tsufuk
Beladiri Tsufuk Indonesia merupakan hasil adaptasi dari Thifan Po Khan, seni bela diri yang disebut berasal dari wilayah Thurfan, Tiongkok bagian utara. Proses pengkajian dan penyesuaian metode dilakukan oleh Namida Habiburrahman sebagai Guru Utama, dengan persetujuan AD El-Marzdedeq, tokoh yang mempopulerkan Thifan Po Khan di Indonesia.
Pada 2000, hasil pengembangan tersebut melahirkan Thifan Po Khan Tsufuk, yang kemudian berganti nama menjadi Beladiri Tsufuk Indonesia. Sejak 2012, Tsufuk Indonesia resmi berlepas dari Thifan Po Khan dan berdiri sebagai entitas tersendiri.
Beladiri ini bermarkas di Pondok Pesantren Habiburrohman. Dalam praktiknya, Tsufuk memadukan teknik tangan kosong—meliputi pukulan, tendangan, kuncian, dan bantingan—serta penggunaan senjata seperti pedang, golok, pisau, dan toya. Kombinasi tersebut menjadi fondasi pembinaan yang diklaim adaptif terhadap kebutuhan bela diri kontemporer sekaligus berakar pada nilai-nilai tradisi dan keislaman.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Shyna S.V)












