Bekasi  

Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan terhadap Balita di Bintara Bekasi Barat

Bekasi - Ilustrasi pelecehan seksual terhadap balita. Foto: shutterstock
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap balita. Foto: shutterstock

Kota Bekasi – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang balita perempuan berinisial A (1) di kawasan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Perkara tersebut diduga melibatkan seorang pria berinisial R (48) yang diketahui merupakan tetangga korban. Dugaan tindak pelecehan itu disebut terjadi di sebuah kontrakan di wilayah Bintara.

Kepala Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (SatPPA-PPO) Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rosdiana Sirait, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban dan saat ini masih mendalami kasus tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Rosdiana, Kamis (5/3/2026).

Diduga Terjadi Saat Korban Dititipkan

Ibu korban, FS (36), mengungkapkan bahwa putrinya kerap dititipkan kepada R saat dirinya bekerja sebagai biduan keliling.

Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga ketika anaknya sering menangis. Namun kecurigaan mulai muncul ketika balita tersebut terlihat kesakitan saat buang air kecil dan bereaksi tidak biasa ketika dimandikan.

“Kalau pipis, dia seperti kesakitan sampai demam,” kata FS saat ditemui di kontrakannya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, peristiwa dugaan pelecehan itu diduga terjadi pada 20 Desember 2025.

Melihat kondisi anaknya yang semakin mengkhawatirkan, FS kemudian membawa korban ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan medis.

Hasil Pemeriksaan Awal

Dari pemeriksaan awal, tenaga medis menyebut kondisi alat vital korban tidak wajar dan menyarankan agar keluarga segera melakukan visum serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

FS kemudian melaporkan dugaan tindak pelecehan tersebut pada 24 Desember 2025.

Pada hari yang sama, korban langsung menjalani visum. Namun hasil visum baru diterima sekitar tiga bulan kemudian.

“Hasil visum baru diterima sekitar tiga bulan kemudian. Hasilnya ada benda tumpul masuk ke kemaluan anak saya,” ujar FS.

Korban Diduga Takut pada Terduga Pelaku

FS menduga pelaku adalah R karena setiap kali korban melihat pria tersebut, anaknya kerap menunjukkan reaksi ketakutan.

Selama ini, kata dia, R memang kerap dimintai bantuan untuk menjaga anaknya saat ia bekerja.

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Saya berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Saat ini, penyidik dari Polres Metro Bekasi Kota masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang menimpa balita tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *