Bekasi  

Cegah Ledakan Kasus, Dinkes Kota Bekasi Gencarkan Catch Up Campaign Campak Hingga 12 April

Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan status imunisasi pada balita yang belum lengkap, guna membentengi wilayah dari potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Bekasi - Ilustrasi suspek campak pada Balita
Ilustrasi suspek campak pada Balita

Kota Bekasi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi resmi meluncurkan operasi jemput bola kesehatan melalui Catch Up Campaign (CUC) Campak.

Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan status imunisasi pada balita yang belum lengkap, guna membentengi wilayah dari potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Program yang berlangsung sejak Maret ini ditargetkan rampung pada 12 April 2026, bertepatan dengan momentum Pekan Imunisasi Dunia.

Bekasi Masih Aman dari Status KLB

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menegaskan bahwa pemberian imunisasi tambahan ini bersifat mengejar ketertinggalan (Catch Up), bukan respon terhadap wabah atau Outbreak Response Immunization (ORI).

Baca Juga: 1.414 Kasus Suspek Campak Ditemukan, Balita di Kota Bekasi Terancam Jelang Lebaran

“Untuk saat ini Kota Bekasi melakukan CUC bukan ORI. ORI dilakukan jika sudah ada indikasi KLB, tujuannya menghentikan penyebaran tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Di Bekasi, situasinya belum ke arah sana,” jelas Satia, Selasa (7/4/2026).

Data Kasus Fluktuatif: 39 Kasus di Tahun 2025

Kewaspadaan Dinkes didasari oleh tren temuan kasus campak yang naik-turun dalam tiga tahun terakhir.

Meskipun sempat melandai, angka kasus kembali menunjukkan tren meningkat di tahun lalu. Pada 2023 tercatat ada 47 kasus, kemudian 2024 10 kasus dan tahun 2025 39 kasus.

Hingga awal April ini, tim medis di lapangan telah berhasil menjangkau 832 jiwa untuk dosis pertama dan 1.021 jiwa untuk dosis kedua.

Jemput Bola di Posyandu dan Puskesmas

Warga yang merasa anaknya (usia hingga 59 bulan) belum mendapatkan imunisasi campak lengkap, diimbau segera mendatangi pos pelayanan terdekat. Dinkes memastikan seluruh Posyandu dan Puskesmas di Kota Bekasi siap melayani program ini setiap hari.

“Kegiatan ini melibatkan pos pelayanan imunisasi di seluruh wilayah. Kami juga aktif menyebarluaskan informasi melalui flyer, podcast, dan media sosial agar orang tua tidak ragu membawa anaknya,” tambahnya.

Satia menekankan bahwa campak adalah penyakit yang sangat menular namun sangat mudah dicegah dengan imunisasi. Selain vaksin, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci pendukung agar kekebalan kelompok (herd immunity) di lingkungan permukiman Bekasi tetap terjaga.

“Jika sudah terlewat dari jadwal, jangan panik. Masih bisa dikejar sampai usia 59 bulan. Imunisasi adalah hak anak untuk tumbuh sehat,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *