Asa FC Bekasi City Menuju Liga 1: Momentum Bersejarah untuk Bekasi

Kota Bekasi - Pemilik FC Bekasi City, Putra Siregar bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Pemilik FC Bekasi City, Putra Siregar bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Kota Bekasi – Kurang dari tiga bulan–tepatnya pada Mei 2026 mendatang, Kota Bekasi akan memiliki tim sepakbola di Liga 1 Indonesia . Asa ini bakal terealisasi bila tujuh pertandingan sisa yang bakal dilakoni FC Bekasi City mampu dilewati dengan hasil kemenangan. Catatannya, para lawan di atasnya terjungkal di beberapa pertandingan.

Peluang tim berjuluk Laskar Kuda Hitam menembus Liga 1 Indonesia bukan sekadar wacana. Tim yang kini berlaga di Liga 2 tersebut berada di persimpangan sejarah—antara mimpi indah dan realitas kompetisi yang kian menegangkan.

Bagi FC Bekasi City, ini bukan sekadar perburuan poin. Ini adalah tentang identitas, kebanggaan, dan legitimasi sebagai kota besar yang layak memiliki wakil di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Peta Persaingan: Selisih Tipis, Tekanan Maksimal

Saat ini FC Bekasi City menempati posisi keempat klasemen dengan 33 poin.

Selisih yang sangat tipis di antara tiga besar membuat persaingan semakin terbuka dimana Garudayaksa memeroleh 37 poin, Adhyaksa FC Banten – 37 poin, Sumsel United – 34 poin dan FC Bekasi City – 33 poin.

Empat poin dari puncak klasemen dalam tujuh pertandingan adalah jarak yang realistis untuk dikejar.

Namun di fase krusial seperti ini, satu hasil imbang bisa terasa seperti kekalahan, dan satu kekalahan bisa menggugurkan kerja keras sepanjang musim.

Ketua Badan Tim Daerah PSSI Kota Bekasi, Afrizal, menyebut peluang masih terbuka sangat lebar.

“Artinya dalam tujuh sisa pertandingan ini bisa membuka lebar agar FC Bekasi City melaju ke Liga 1,” kata Afrizal, Senin (23/2/2026).

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Jadwal yang tersisa menghadirkan skenario yang bisa menguntungkan—asal dimaksimalkan.

Empat Laga Kandang: Fondasi Wajib Sempurna

Dari tujuh laga, empat akan dimainkan di kandang. Di sinilah fondasi promosi harus dibangun.

Laskar Kuda Hitam dijadwalkan menjamu PSMS Medan, Persekat Tegal, Adhyaksa FC Banten dan PSPS Pekanbaru.

Empat laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah “final kecil” yang harus disapu bersih.

Clean sheet di kandang berarti 12 poin maksimal—angka yang hampir pasti mengubah konfigurasi papan atas.

Bagi Afrizal, Atmosfer stadion, melalui dukungan suporter, sebagai pemain ke-12 diyakini mampu membangun mentalitas pemain dan menjadi faktor pembeda.

Dalam perburuan promosi, kemenangan menjadi harga mati bagi tim yang dimiliki Putra Siregar.

Tiga Laga Tandang: Ujian Mental dan Momentum

Sementara itu, laga tandang menghadirkan ujian sesungguhnya. FC Bekasi City akan menghadapi Garudayaksa, Persikad Depok di Stadion Pekansari Bogor dan Sumsel United.

Pertandingan melawan Garudayaksa dan Sumsel United bisa menjadi laga enam poin—karena hasilnya langsung memengaruhi pesaing di atas. Kemenangan di salah satu laga tersebut bukan hanya menambah tiga poin, tetapi juga menggerus jarak psikologis di papan klasemen.

Afrizal menilai beberapa laga tandang relatif menguntungkan karena dimainkan di lokasi yang cukup netral. Namun dalam konteks perebutan promosi, faktor teknis dan mental akan jauh lebih menentukan dibanding lokasi pertandingan.

Sport City dan Harga Sebuah Kebanggaan

Ambisi promosi ini juga selaras dengan visi Pemerintah Kota Bekasi yang tengah mendorong konsep Sport City. Jika FC Bekasi City lolos ke Liga 1, efek dominonya tak hanya berhenti pada kebanggaan, melainkan pusat pertumbuhan olahraga nasional.

Status klub Liga 1 membuka peluang pembinaan usia muda lebih terstruktur, termasuk kompetisi kelompok umur U-20, U-18, dan U-16.

Artinya, akan lahir jalur pembinaan berjenjang bagi talenta-talenta lokal Kota Bekasi.

Bukan mustahil, dari akademi tersebut kelak muncul bintang nasional yang mengharumkan nama daerah.

Menurut Afrizal, promosi bukan hanya tentang status kompetisi. Ia membawa implikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur, eksposur media nasional, hingga kebangkitan ekosistem sepak bola lokal.

Untuk itu, dukungan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah menjadi elemen tak terpisahkan. Dalam fase akhir seperti ini, dukungan maksimal dari pemerintah dengan menghadirkan masyarakat hadir di lapangan sebuah keniscayaan. “Atas imbauan pemerintah, saya yakin masyarakat akan memenuhi stadion, paling tidak para pegawai pemerintahan,” kata pria akrab disapa Reza tersebut.

Secara matematis, peluang itu nyata. Secara psikologis, tekanan itu besar. Namun sejarah sering kali lahir dari momen-momen seperti ini—ketika sebuah tim berani percaya bahwa musim ini adalah miliknya.

Jika Laskar Kuda Hitam mampu menjaga konsistensi, menyapu kandang, dan mencuri poin krusial di laga tandang, maka pintu Liga 1 bukan lagi mimpi, melainkan takdir yang sedang diperjuangkan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *