Bekasi  

Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Bekasi Temukan Kasus PMK dan Iritasi Mata pada Hewan Kurban

Hingga akhir pekan ini, otoritas mencatat telah memeriksa sedikitnya 19.000 ekor hewan kurban yang tersebar di ratusan lapak perdagangan.

Kota Bekasi - Pemeriksaan Hewan Kurban . Foto : Dok DKPPP Kota Bekasi
Pemeriksaan Hewan Kurban . Foto : Dok DKPPP Kota Bekasi

Bekasi — Tim kedokteran hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) kesehatan ternak menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Hingga akhir pekan ini, otoritas mencatat telah memeriksa sedikitnya 19.000 ekor hewan kurban yang tersebar di ratusan lapak perdagangan.

Pemeriksaan berkala ini dikawal oleh Satuan Tugas yang menerjunkan 32 personel medis gabungan bersama para dokter hewan. Mereka menyisir rantai pasok mulai dari tingkat peternakan hulu hingga pedagang eceran di jalur protokol.

Ketua Tim Pengendalian Penyakit Hewan dan Penjamin Kesehatan Hewan (P2HPKH) Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dewi Suryani, membeberkan bahwa ribuan ternak tersebut disaring dari 227 titik penjualan.

Manifes komoditas kurban yang telah diperiksa sejauh ini didominasi oleh sapi sebanyak 9.000 ekor, disusul domba 5.600 ekor, dan kambing 4.400 ekor.

“Pemeriksaan terus kami lakukan hingga H-1 Idul Adha. Nantinya tidak hanya di tingkat penjual, tapi juga bergeser ke tempat-tempat atau masjid-masjid yang akan menyelenggarakan penyembelihan,” ujar Dewi saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Berita Bekasi Lainnya  Pj Bupati Bekasi Dukung Program Ketahanan Pangan dengan Panen Perdana Cabai

Meski mayoritas stok dinyatakan aman dan memenuhi standar kelayakan konsumsi, tim medis menemukan sejumlah klaster penyakit di lapangan.

Di wilayah Cikarang Barat, misalnya, petugas mendeteksi puluhan kasus iritasi mata akut pada kambing dan domba yang ditandai dengan kondisi mata memerah dan berair.

Dewi menganalisis, gangguan penglihatan pada ternak ini dipicu oleh faktor stres adaptasi iklim mikro (shock cuaca).

“Ada perbedaan suhu yang ekstrem dari lingkungan asal ternak hingga sampai ke Bekasi. Misalkan komoditas asal Garut yang biasa di suhu dingin, begitu bergeser ke Bekasi yang panas, itu langsung berpengaruh pada daya tahan tubuhnya,” katanya.

Bukan sekadar iritasi mata, alarm kewaspadaan juga menyala setelah petugas mendeteksi gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada beberapa ekor sapi. Terhadap temuan ini, Dinas Pertanian langsung menjatuhkan sanksi karantina lokal di area lapak.

Berita Bekasi Lainnya  Lahan Parkir di RSUD Kota Bekasi Disulap jadi IGD, Parkir Kendaraan Dialihkan ke Alun-alun

“Kami minta langsung dipisahkan dengan hewan yang sehat lainnya. PMK memang bukan zoonosis (tidak menular ke manusia) dan dagingnya tetap layak dikonsumsi jika dimasak dengan benar pada suhu tinggi. Tapi secara syariat, statusnya belum sah untuk kurban. Kami minta diobati dulu sampai sembuh total,” ucap Dewi menegaskan.

Mengantisipasi kecurangan pedagang musiman, Dinas Pertanian merilis panduan mitigasi bagi masyarakat untuk mendeteksi kesehatan fisik ternak secara mandiri sebelum bertransaksi.

Secara klinis dan fisik, hewan kurban yang prima wajib memenuhi indikator berikut yakni mempunyai gerakan hewan aktif (tidak lesu), nafsu makan tinggi, sorot mata cerah/jernih, area hidung bersih dari lendir berlebih, serta bulu bersih (tidak kusam).

Kemudian juga postur tubuh proporsional (tidak kurus), bebas dari cacat fisik bawaan maupun cedera, tidak buta, serta struktur kaki dan tanduk dalam kondisi simetris/normal.

Berita Bekasi Lainnya  Pj Wali Kota Bekasi Hadiri Gelaran Health City Summit Ke-6 di Kabupaten Sukabumi

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk berani bersikap kritis dan detail melakukan verifikasi kepada para pedagang, termasuk menanyakan kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan resmi oleh otoritas asal ternak guna menjamin keamanan pangan asal hewan di tingkat konsumen.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *