Bekasi  

Jelang Kirab Cap Go Meh, Ratusan Peserta di Bekasi Panjatkan Doa untuk Perdamaian Dunia

Kota Bekasi - Ketua Yayasan Pancaran Tridharma (YPT), Ronny Hermawan, memimpin doa untuk Perdamaian Dunia jelang dimulainya Kirab Budaya Cap Go Meh 2026, Selsa (3/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Ketua Yayasan Pancaran Tridharma (YPT), Ronny Hermawan, memimpin doa untuk Perdamaian Dunia jelang dimulainya Kirab Budaya Cap Go Meh 2026, Selsa (3/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Kelenteng Hok Lay Kiong, Selasa (3/3/2026) pagi.

Ratusan peserta Kirab Budaya Cap Go Meh 2026 tampak menundukkan kepala, memanjatkan doa bersama jelang dimulainya pawai budaya yang dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB.

Di tengah persiapan atraksi barongsai, liong, hingga tatung, doa khusus dipanjatkan untuk keselamatan dunia.

Para peserta berharap konflik internasional, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, segera berakhir.

“Barusan saudara-saudara kami berdoa dengan khususk untuk keselamatan dunia, saat ini ada perang di Iran, Ameika, dan lain sebagainya, banyak korban sipil berguguran, mudah-mudahan kami berharap perang itu tidak terjadi lagi,” kata Ketua Yayasan Pancaran Tridharma (YPT), Ronny Hermawan, Selasa (3/3/2026).

Menurut Ronny, doa tersebut juga memohon agar tidak ada lagi korban dari kalangan masyarakat sipil yang tidak mengetahui atau terlibat langsung dalam konflik.

“Mudah-mudahan ini perang selesai, supaya orang-orang tidak berdosa, tidak mengerti apa-apa jangan juga banyak jadi korban,” jelasnya.

Ia pun berharap ketegangan global tidak semakin meluas hingga memicu konflik berskala besar.

“Saya berharap perang ini tidak meluas kemana-mana, apalagi sampai ke Asia. Kami imbau kepada masyarakat Indonesia juga banyak berdoa supaya tidak ada perang dunia ke-3,” tuturnya.

Kirab Budaya Cap Go Meh tahun ini diikuti sekitar 800 peserta. Rute pawai disesuaikan mengingat momentum Ramadan dan aktivitas ngabuburit warga.

Start dimulai dari Kelenteng Hok Lay Kiong, kemudian menyusuri Jalan Juanda, dengan estimasi waktu pelaksanaan pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Meski jumlah peserta tidak mencapai ribuan, panitia memperkirakan belasan ribu warga akan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan ragam atraksi budaya yang menjadi daya tarik Cap Go Meh.

Selain sebagai perayaan budaya, Cap Go Meh juga menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bekasi.

“Cap Go Meh menjadi salah satu simbol kuat hubungan harmonis lintas komunitas di kota ini, Bekasi,” paparnya.

Ia menegaskan, kirab ini bukan sekadar pawai tahunan, melainkan wujud kebersamaan masyarakat di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

“Ini bukan sekadar pawai budaya, tetapi juga bentuk kebersamaan masyarakat Bekasi. Kami berharap suasana toleran yang sudah tercipta di Bekasi semakin kuat, terutama di tengah dinamika dunia yang penuh tantangan,” tutupnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *