# Go-News

Dijanjikan Jadi Bintang Iklan, 10 Ibu Lansia jadi Korban Hipnotis

Ilustrasi hipnotis

Sepuluh ibu-ibu lanjut usia (lansia) menjadi korban kejahatan hipnotis oleh orang tak dikenal. Barang berharga seperti emas, uang, hingga telepon genggam senilai puluhan juta raib. Pelaku yang diketahui perempuan berusia sekira 30 tahun tersebut mengaku berasal dari perusahaan susu lansia.

Rencananya sepuluh ibu lansia yang berada di RT 01 RW 03, Kelurahan Kayuringin jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi tersebut hendak diajak Syuting program salah satu susu Lansia, Kamis (16/1/2020) lalu.

Kejadian berawal dari Ketua Posyandu setempat, Tati bertemu dengan pelaku melalui perantara kader Posyandu lainnya, tepatnya di Puskesmas Perumnas II. Tanpa curiga karena dikenalkan oleh sesama kader Posyandu, Tati lantas mengajak pelaku kerumahnya, disamping pelaku berdalih hendak menumpang buang air besar karena sudah tidak tahan.

Hari itu Tati berada di Puskesmas bersama dengan perwakilan kader Posyandu lainnya untuk mengambil bagian vitamin balita untuk diwilayahnya, kesesokan harinya akan berlangsung kegiatan Posyandu. Berencana untuk segera pulang, ia bertemu dengan kader posyandu yang menjadi penghubung antara Tati dengan pelaku.

“Disitu dia langsung ngelanil sama mba nya itu, kalau nonton dari jauh itu saya percaya, karena dia kan kader, ngobrolnya juga kaya orang udah kenal lama, kalau baru pasti saya akan tanya,” kata Tati di kediamannya Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Selasa (4/1/2020).

Tati sempat mengalami syok beberapa waktu setelah peristiwa tersebut, ia merasa bersalah karena telah mengajak ibu lansia di wilayahnya untuk pergi bersama pelaku. Bahkan, dirinya sempat dirawat di rumah sakit, begitu pun ibu-ibu yang menjadi korban, mereka pun disebut oleh warga sekitar sempat syok.

Dalam acara yang akan diikutinya, disebut ibu-ibu yang hadir akan diberi uang transport setelah acara. Pertama, acara syuting akan dilakukan di Mega Bekasi Hypermal, kemudian seiring perjalanan, berubah lokasi menjadi di Grand Metropolitan Mall (GMM) Bekasi Selatan.

Sesampainya Tati berboncengan dengan pelaku dirumahnya, Tati segera mencari ibu lansia sebanyak sepuluh orang. Setelah dapat langsung dibawa kerumahnya. Disana, mereka diminta untuk membuat yel-yel, setelahnya bergegas ke lokasi syuting.

Setelah selesai membuat yel-yel yang dimaksud, tidak semua diajak pergi oleh pelaku. Hanya empat orang yang diajak lebih dulu, berikut Tati dan pelaku menjadi enam orang, dua diantaranya diketahui mengenakan perhiasan emas seperti kalung dan cincin.

Salah satu korban, Hartiningsih (58) mengungkapkan bahwa kerugian yang dialaminya secara keseluruhan mencapai Rp 35 juta, satu teman lainnya juga mengalami nasib yang sama. Ke enamnya tidak turun persis didepan mall, melainkan disamping mall GMM, disana pelaku memecah konsentrasi korbannya.

Tati lebih dulu diajak pergi dan diminta untuk memfotokopi KTP, sementara dua lainnya termasuk Hartiningsih diajak masuk kedalam mall untuk ganti kostum yang telah disediakan. Alih-alih hendak mengambil kostum yang dimaksud, pelaku ternyata kembali ke lokasi awal mereka turun dari angkutan online disamping mall.

Sebelumnya Harti dan satu teman lainnya diminta untuk melepas semua perhiasan dan barang berharga untuk diletakkan didalam tasnya masing-masing, dengan alasan akan mendapatkan bantuan sebagai korban banjir, lalu tas keduanya diminta untuk dititipkan ke dua ibu Lansia lainnya yang diminta untuk tetap menunggu dipinggir jalan.

”Setelah itu dia balik lagi ke tempat kita duduk, katanya emas yang ada di badan kita harus dibuka, setelah itu dengan nurutnya kubuka, kebetulan buka data sendiri, saya sama Bu Edi, membuka emas dan ditaruh di tas masing-masing. Setelah itu, kita dibawa sama pelaktu ke mall, katanya kami harus ganti pakaian, karena mereka sudah menyiapkan pakaian, setelah itu saya masuk ke mall, si pelakunya itu balik katanya mau ambil baju seragam. Tapi bukan ambil baju seragam, sebenarnya dia balik ketempat teman saya yang tadi (dipinggir jalan), setelah itu kejadiannya menurut teman saya diambil paksa,” papar Hartiningsih.

Ibu-ibu Lansia termasuk Tati merasa aneh dengan kejadian tersebut, mereka mengaku tanpa syarat mengikuti semua perkataan si pelaku. Mulai dari pertemuan pertama Tati dengan pelaku, hingga mereka sadar telah ditipu dan dirampas barang-barang berharganya oleh pelaku.

”Kemungkinan ada pengaruh hipnotis, karena kita 10 orang itu nggak ada yang curiga, koordinator pun nggak tanya apa-apa,” terangnya.

Mereka menduga hipnotis dilakukan menggunakan media rokok. Pasalnya, pelaku saat berada di rumah Tati bersama dengan 10 lansia lainnya tidak henti menghisap rokok, membuang asap rokok tidak dengan sewajarnya orang merokok. Enam orang lainnya yang ditinggalkan di rumah Tati pun dengan setia menunggu tanpa curiga atau gusar sedikitpun, sejak pelaku bersama dengan lima orang lainnya pergi pada pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB sebelum mereka sadar dan membubarkan diri.

Sementara itu, Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan dari para korban, anggota kepolisian pun sudah datang ke lokasi untuk mencari keterangan. Pelaku diketahui tidak meninggalkan jejak apapun, mulai dari kedatangannya berboncengan dengan Tati sehingga tidak ada kendaraan yang dapat dilacak, hingga memesan angkutan online menggunakan telepon genggam korbannya.

Hanya satu petunjuk yang tersisa yakni rekaman CCTV dilingkungan sekitar. CCTV merekam kedatangan dan kepergian pelaku bersama ibu-ibu Lansia.

”Pelaku tidak dikenal, korban sudah datang ke Polsek Bekasi Selatan, dan sudah menerima surat tanda laporan,” Kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya surat-surat kepemilikan emas milik korban yang dirampas oleh pelaku. Hingga kini polisi masih mendalami kasus ini.

(SHY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top