Penjelasan Direktur Kranggan Waterpark Bekasi Soal Semburan Lumpur, Setiap 3 Jam Laporan

  • Bagikan

Tabir misteri semburan yang viral dikabarkan lumpur dari dalam tanah di pekarangan kolam renang Waterpark Kranggan, Jalan Lembur I, Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, terkuak.

Direktur Kolam Renang Kranggan Waterpark, Rani Daulay menyampaikan bahwa semburan yang belakangan viral merupakan air murni bercampur pasir. Bukan lumpur seperti kabar yang telah beredar di jagat maya.

Keterangan ini disampaikan setelah adanya konfirmasi dari tim ahli geologi. Disebutkan bahwa semburan air menyerupai lumpur adalah murni air yang tercampur oleh pasir yang terdorong ke atas sehingga terlihat seperti semburan lumpur.

“Karena pengeboran kami mengenai titik artesis, jadi air yang menyembur itu lumayan banyak dan bercampur pasir, sehingga terlihat seperti semburan lumpur, padahal air murni,” kata Rani saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa (8/9/2020).

Untuk memastikan keamanan lingkungan dan warga, Rani mengaku telah melakukan penanganan intensif dengan menggandeng berbagai pihak. Baik dari Pemerintah Kota Bekasi, Kementerian Lingkungan Hidup, Kepolisian dan TNI.

“Setiap 3 jam, saya melalui group RT dan kepada Kelurahan menginformasikan kondisi terkini semburan air guna mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi,” imbuhnya.

Pihaknya bersama-sama telah melokalisir kegiatan gas dan air supaya bisa di amankan dengan penetralisiran zona wilayah. Selain itu, membuat penampungan untuk menahan pergerakan air yang terlalu besar di dalamnya.

“Sehingga bak penampungan yang sudah kami buat akan menahan pasir-pasir yang akan datang, jadi yang keluar dari ke area kolam renang ke warga adalah sudah murni air yang di teruskan mengalir ke kali cakung,” jelas Rani.

Akan tetapi, ia juga menyatakan untuk tetap melakukan pengecekan labolatorium baik independen juga Kementerian Lingkungan Hidup agar menguji kadar air.

“Saat pengambilan sample, pihak Migas menyebutkan gasnya yang keluar itu tidak beracun, terbilang masih aman. Tapi lokasi tetap dalam penjagaan,” pungkasnya.

(GAL)

  • Bagikan