Tangan Karyawan Minimarket di Bekasi Nyaris Putus Akibat Bacokan Perampok

  • Bagikan
Tampak luar minimarket yang ada di Bekasi usai disatroni komplotan perampok. Foto: Dok.Polisi
Tampak luar minimarket yang ada di Bekasi usai disatroni komplotan perampok. Foto: Dok.Polisi

Karyawan minimarket berinisial ME (24) di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, nyaris putus ulah komplotan perampok yang beraksi pada, Minggu (26/11/2023).

Para perampok gelap mata setelah korban ME coba mempertahankan kunci berangkas yang diminta.

“Memang ada korban yang cukup parah, (sehingga harus) dirawat di RSUD Kota Bekasi. Lalu yang satu (karyawan) lagi tidak dilukai (oleh pelaku),” kata Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Sukadi kepada wartawan, Senin (27/11/2023).

Salah satu pelaku yang menggunakan senjata tajam secara membabi buta melakukan pembacokan terhadap korban ME hingga hampir kehilangan tangannya.

Baca Juga : Minimarket di Bekasi Timur Disatroni Komplotan Perampok, Satu Karyawan Alami Luka Bacok

“Kedua tangannya lumayan cukup parah, jadi paling parah luka di tangan sebelah kiri yaitu hampir putus. Tadi malam korban sudah sadar akhirnya sudah bisa dimintai keterangan walaupun belum maksimal,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menceritakan, komplotan perampok yang diduga berjumlah 4 orang datangi Alfamart yang hanya dijaga dua karyawan.

Menurt keterangan salah satu karyawan berinisial CNC (20 tahun), jelas Erna, komplotan perampokan itu dilengkapi tiga senjata tajam (sajam) dan satu benda menyerupai senjata api.

“Ketika salah satu karyawan sedang di area kasir, masuk empat orang pelaku yang masing-masing memakai masker dan jaket hoodie,” jelas Erna.

Baca Juga : Minimarket di Tambun Disatroni Perampok, 1 Karyawan Kena bacok

Dengan menodongkan sajam, pelaku meminta CNC menunjukan lokasi berangkas yang ada di toko itu. Namun, kunci berangkas saat itu dipegang oleh karyawan lainnya berinisial ME (24) yang sedang berada dalam kamar mandi.

Tiga pelaku pun langsung menunggu ME di depan kamar mandi. Setelah ME keluar, pelaku pun langsung menodong ME dan memaksa menyerahkan kunci berangkas.

Namun, ME menolak memberikan dan membuat salah satu pelaku langsung mengayunkan sajamnya ke tubuh ME.

  • Bagikan