Bekasi  

Dinkes Kabupaten Bekasi Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Korban Banjir

Kabupaten Bekasi - Korban banjir di Babelan, Kabupaten Bekasi, mengungsi. Foto: Gobekasi.id.
Korban banjir di Babelan, Kabupaten Bekasi, mengungsi. Foto: Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyiagakan pelayanan kesehatan selama 24 jam penuh menyusul banjir yang melanda wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir.

Langkah ini diambil untuk memastikan akses layanan medis tetap tersedia bagi warga terdampak di tengah kondisi darurat yang belum sepenuhnya pulih.

Pelayanan difokuskan di wilayah utara Kabupaten Bekasi yang menjadi kawasan paling terdampak, antara lain Kecamatan Babelan, Tarumajaya, dan Muaragembong.

Tim medis diterjunkan langsung ke lapangan untuk mendirikan pos kesehatan, melakukan pemantauan, serta memberikan layanan pengobatan di lokasi pengungsian maupun permukiman yang masih tergenang.

Seluruh puskesmas diinstruksikan beroperasi non-stop selama 24 jam. Selain layanan di fasilitas tetap, Dinkes juga menerapkan sistem jemput bola dengan mengerahkan tim kesehatan yang berkeliling ke titik-titik banjir.

Tim medis dibagi ke dalam lima kelompok yang masing-masing terdiri dari tenaga kesehatan dari empat hingga lima puskesmas guna memperluas jangkauan pelayanan.

Berita Bekasi Lainnya  Burung Murai Seharga Rp 3 Juta Milik Polisi Bekasi Dicuri, Pelakunya IRT Terekam CCTV

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas keterbatasan mobilitas warga akibat genangan air yang masih tinggi di sejumlah wilayah. Dengan sistem layanan lapangan, warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis.

Seiring berjalannya waktu, banjir mulai memunculkan dampak kesehatan lanjutan. Keluhan yang paling banyak ditemui adalah penyakit kulit akibat paparan air kotor dalam waktu lama, disusul gangguan saluran pernapasan.

Kondisi sanitasi yang buruk serta lingkungan yang lembap memperbesar risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Dinkes juga mengingatkan potensi penyakit yang bersumber dari air tercemar, termasuk diare dan leptospirosis.

Edukasi mengenai kebersihan diri dan penggunaan air bersih terus dilakukan melalui pos-pos kesehatan. Warga diimbau memastikan air konsumsi dalam kondisi matang serta menjaga kebersihan lingkungan pengungsian.

Untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya terputus, Puskesmas Muaragembong mengoperasikan layanan puskesmas keliling.

Berita Bekasi Lainnya  KPK Kumpulkan Bukti Dugaan Korupsi Pembangunan Toilet Sekolah di Bekasi

Tim medis menggunakan perahu karet milik BPBD untuk mencapai desa-desa yang masih terisolasi banjir. Layanan ini bersifat mobile, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain sejak pagi hingga sore hari.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tim medis mencatat penyakit yang paling sering ditangani meliputi diare, gatal-gatal, penyakit kulit, serta infeksi saluran pernapasan akut.

Namun, keterbatasan ketersediaan obat mulai menjadi kendala seiring meningkatnya jumlah pasien. Kasus dengan kondisi lebih berat dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Data BPBD Kabupaten Bekasi per Minggu, 1 Februari 2026, mencatat banjir masih menggenangi 45 desa di 13 kecamatan dengan total 194 titik terdampak.

Sebanyak 51.796 kepala keluarga terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, 1.388 kepala keluarga atau 4.508 jiwa mengungsi di 18 lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

Dengan kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut, layanan kesehatan darurat diperkirakan masih akan dibutuhkan dalam waktu yang tidak singkat, terutama untuk mencegah lonjakan penyakit pascabanjir di wilayah terdampak.

Berita Bekasi Lainnya  62,6Persen ASN Kota Bekasi WFA, Ujian Konsistensi Pelayanan Publik,

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *